oleh

Aktivis Soroti Kasus Dugaan Kunker Fiktif Oknum Anggota DPRD Banyuwangi

Banyuwangi Oposisi.co.id

Ramai di pemberitaan media online Aktivis Banyuwangi As’ad Nagib yang akrab dengan nama sapaan Bang As’ad. Soroti dan pertanyakan proses hukum terhadap kasus dugaan Kunjungan Kerja ( Kunker ) fiktif oleh beberapa oknum Anggota DPRD Banyuwangi tahun 2011.

Kabarnya persoalan tersebut beberapa oknum anggota DPRD Banyuwangi, yang berjuluk sebagai Wakil Rakyat itu. Pada awal tahun 2012 sudah pernah dilaporkan oleh Indonesian Bureaucracy Wacth (IBW) ke salah satu institusi penegak hukum di Banyuwangi. Rumor yang berkembang sekitar 22 oknum Wakil Rakyat tidak mengikuti agenda Kunker ke Kepulauan Riau sementara anggaran uang saku sudah diambilnya. Dan karena hal tersebut diduga telah terjadi kerugian uang negara senilai Rp. 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah)

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait hal tersebut, awak media konfirmasi kepada salah satu Ativis senior yaitu Bang As’ad. Yang mana Bang As’ad membenarkan bahwa dirinya akan mempertanyakan tindak lanjut proses hukum terkait hal dimaksud. Ketika dikonfirmasi apa langkah yang akan dilakukan, disampaikan oleh As’ad.

“Akan bersurat menanyakan perkembangan kasus tersebut dan surat ditembuskan sampai ke Polda dan Mabes , “ jawabnya dengan singkat Sabtu 02/03/2019 via WhatsApp-nya.

Adapun ketika ditanya tentang apa harapannya ke depan terhadap anggota DPR yang seperti apa agar tidak terjadi persoalan yang sama.

” Harapan kita ,, Anggota DPRD digaji cukup 3 x UMR daerah. Induk partai harus ikut tanggung jawab atas semua yang dialami anggotanya. Adanya fit and propestes semua anggota DPRD, Adanya lembaga kontrol anggota DPRd yang independent, dan memaksimalkan fungsi BK ( Badan Kehormatan ), “ harapannya pungkasi penuturannya. (rdy35).

13Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed