oleh

Ala Tradisional Amankan Hasil Panen Padi

-Budaya-45 views

Banyuwangi Oposisi.co.id

Tak jelas siapa asal – muasalnya yang pertama kali punya ide menyelamatkan tanaman padi seperti yang dilakukan oleh kebanyakan petani di Desa Sragi kecamatan Songgon. Pada umumnya hasil panen padi petani hancur disebabkan oleh hama padi yang cara membasminya dengan obat – obatan (Kimia).

Namun ternyata ada hama padi yang cara membasminya tidak menggunakan obat kimia, kalau tidak ditanggulangi dalam beberapa waktu buah padi bisa ludes. Seperti yang disampaikan oleh Fauzi Warga Sragi saat ditemui di sebuah tempat di area pertanian.

” Hama padi yang bisa membuat rugi petani bukan hanya hama wereng saja mas, ketika padi menguning hama yang paling bahaya burung mas. Sekali datang ribuan burung dan itu setiap menit setiap hari menyerang makan buah padi. Kalau dibiarkan bisa tinggal gagang padi yang tersisa mas, ” kata Fauzi.

Kebetulan awak media di area pertanian yang sedang menguning padinya, mengetahui sesuatu yang kalau dari kejauhan terlihat seperti manusia. Namun setelah didekati ternyata hanya jerami padi yang dibentuk sedmikian rupa diberi baju dan penutup kepala layaknya manusia. Benda menyerupai manusia tersebut oleh petani sengaja dipasang di pembatas sawah.

” Orang – orangan (memedi) itu dibuat dan diletakkan di pembatas sawa gunanya untuk menakut – nakuti burung mas. Ketika ada ribuan burung datang, orang yang asli pemilik sawah ada di kejauhan berteriak keras maksutnya mengusir burung. Bisa jadi burung yang datang menganggap bahwa yang berteriak adalah orang – orangan itu mas. Makanya orang – orangan itu dibuat ada bagian tertentu yang ketika diterpa angin bergerak seperti melambaikan tangan. Tahu itu burung – burung gak berani hampiri tanaman padi mas, ” papar Fauzi.

Ditambahkan oleh Fauzi, selain itu ada yang pakai cara membuat bentangan tali antara pohon yang satu dengan pohon uang lainnya. Sepanjang tali tersebut diikatkan kain atau plastik dan ada bunyi – bunyian terbuat dari kaleng didalamnya ada bandulan paku. Ketika ada burung datang maka oleh petani tali dipukul sehingga ikatan kain bergerak dan mengeluarkan suara kelontangan ramai sekali di sawah, burungpun terbirit – birit lari berhamburan. (rdy35/eta).

9Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed