oleh

Alih Fungsi Lahan, Produksi Lumbung Padi Jawa Timur Menurun

Penulis Artikel : Marita Mutiara Sinsyi ( Politeknik Statistika STIS  Jakarta )

 

Alih Fungsi Lahan, Produksi Lumbung Padi Jawa Timur Menurun

Siapa yang tak tahu bahwa makanan pokok penduduk Indonesia merupakan nasi? Bagi penduduk Indonesia, jika belum mengkonsumsi nasi, maka tidak dapat dikatakan sebagai makan. Oleh karena itu, beras merupakan bahan makanan yang sangat dibutuhkan Indonesia. Hal ini didukung dengan tersedia banyaknya sawah dan lahan padi yang tersebar di Indonesia.

Padi merupakan salah satu tanaman budidaya yang termasuk dalam suku padi-padian. Manfaat padi bagi manusia saat dikonsumsi adalah sebagai sumber utama karbohidrat untuk tubuh. Tanaman padi sendiri dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu padi sawah dan padi kering. Padi sawah yakni padi yang tumbuh di tempat yang cukup air seperti sawah. Sedangkan padi kering yakni padi yang bisa tumbuh dilahan yang minim air.

Potensi pertanian di Kabupaten Banyuwangi sangat besar. Salah satu potensi terbesar di Kabupaten Banyuwangi adalah produksi tanaman padi, dengan hal ini Kabupaten Banyuwangi termasuk dalam lumbung padi Provinsi Jawa Timur. Namun, berdasarkan data yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka pada tahun 2016-2019, jumlah produksi padi di Kabupaten Banyuwangi secara keseluruhan menurun, baik produksi padi sawah maupun produksi padi lahan.

Sumber : Data Publikasi BPS

 

Dengan peristiwa ini menimbulkan suatu pertayaan, Bagaimana bisa Kabupaten Banyuwangi sebagai lumbung padi Provinsi Jawa Timur semakin tahun produksi padinya semakin menurun?

Beralih Fungsi Menjadi Pemukiman

Berdasarkan data dari BPS, jumlah penduduk Kabupaten Banyuwangi kian meningkat di setiap tahunnya. Pada saat sensus penduduk 2010 Kabupaten Banyuwangi memiliki 1.559.088 jiwa penduduk. Angka ini terus meningkat secara perlahan higga pada tahun 2018 Kabupaten Banyuwangi diproyeksikan memiliki 1.609.677 jiwa penduduk. Akibat daripada itu, pemerintah Kabupaten Banyuwangi memiliki kebijakan untuk memperluas wilayah pemukiman. Sehingga sejumlah lahan padi di Kabupaten Banyuwangi digunakan sebagai wilayah pemukiman tambahan.

Beralih Fungsi Menjadi Lahan Holtikultura

            Alasan lain turunnya produksi padi di Kabupaten Banyuwangi yaitu beralihnya fungsi lahan padi petani menjadi lahan holtikultura, khususnya buah naga. Seperti yang dilansir radarbanyuwangi.jawapos.com pada 7 November 2018 dengan judul Ini Cara Petani Banyuwangi Menghasilkan Buah Naga Melimpah disebutkan bahwa “Selain jeruk, para petani khususnya di kawasan Banyuwangi Selatan memiliki produk unggulan yang kini menjadi primadona, buah naga. Kemudahan dalam perawatan membuat banyak petani mencoba menanamnya di sawah menggantikan tanaman padi”.

Beralih Fungsi sebagai Lahan Industri

          Keindahan alam serta kemajuan pariwisata Kabupaten Banyuwangi secara otomatis semakin mengundang banyak wisatawan domestik atau manca negara untuk singgah di Banyuwangi. Hal ini menuntut pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk semakin meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana transportasi.

Kini, Kabupaten Banyuwangi telah memiliki bandara internasional untuk lebih memudahkan para wisatawan yang ingin berkunjung ke Banyuwangi yaitu Bandar Udara Blimbingsari. Bandara yang diresmikan sejak Desember 2010 ini diklaim sebagai bandara hijau pertama di Indonesia. Disamping itu, pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga bekerja sama dengan PT INKA untuk membangun pabrik kereta api raksasa. Dilansir dari antaranews.com pada 7 Mei 2018 dengan judul Pembangunan pabrik baru kereta api di Banyuwangi perlu setahun.

Menyebutkan bahwa “Kami berharap pembangunan pabrik ini juga memiliki multiplier effect ke dunia pariwisata Banyuwangi. Sehingga wisatawan yang datang ke Banyuwangi akan selalu mendapat atraksi baru dari Banyuwangi”.

Dilihat dari fenomena yang ada, diperkirakan akan timbul beberapa tantangan bagi perkembangan potensi pertanian di Kabupaten Banyuwangi saat ini maupun kedepan. Sebab, semakin tahun, perkembangan zaman menuntut kita untuk semakin modern. Pada saat ini, lingkungan perkotaan yang dikelilingi mall lebih diminati masyarakat dibanding lingkungan yang dikelilingi persawahan dan ladang. Apabila pemerintah tetap menuruti stigma yang ada, maka tidak menutup kemungkinan Kabupaten Banyuwangi tidak lagi menjadi lumbung padi Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Banyuwangi harus segera memikirkan cara yang dapat memberikan mindset kepada masyarakat bahwa semakin banyak sawah maka semakin makmur. Dengan begitu Kabupaten Banyuwangi dapat memanfaatkannya untuk bisa mengekspor beras yang dihasilkan ke luar daerah, sehingga dapat menekan angka impor beras Indonesia

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed