oleh

Anehh…Di Duga Proyek Asal Asalan Namun BPK Tidak Temukan Kerugian Negara

Rote Ndao NTT Oposisi , – Jefry Elim selaku kontraktor dalam Pernyataannya kepada media ini, ” Untuk pekerjaan tambatan perahu tidak ada masalah semua di kerjakan sesuai Speck dan pekerjaan itu malah lebih volume jadi tida ada yang salah, dari BPK sudah melakukan Audit Bulan Maret 2018 tidak ada temuan “, Ungkap Jefri Senin 28 Mei 2018.

” Dan Kalau kaka tidak percaya pergi ke dinas saja semua ada Adendum” tambah Jefri.

Ditengah gencarnya pemerintah kabupaten Rote Ndao mengelontorkan dana guna percepatan berbagai pembangunan sepertinya sia sia saja dengan ulah para Kontraktor yang bekerja tidak sesuai Apa yang tertera di dalam kontrak kerja seperti yang terjadi pada Proyek pekerjaan pembangunan tambatan perahu Lokasi Lokonamom Kecamatan Landu leko senilai 2.8 Milyar.

Pengerjaan oleh PT Jimbar Wara Agung kuasa Direktur Pelaksana Jefri Elim. Yang bersumber dari dana Alokasi khusus(DAK) tahun Anggran 2017 pada Dinas Perhubungan Kabupaten Rote Ndao, sudah di nyatakan 100 % sehingga di lakukan PHO oleh Tim panitia PHO selanjutnya di serahkan kepada PPK dan KPA guna terjadi proses pencairan 100 %, sayangnya entah aturan apa yang di gunakan meskipun pekerjaan tersebut masih terdapat kekurangan item pekerjaan namun pihak Kontraktor pelaksana bisa mencairkan 100 % .

Salah seorang Warga di lokonamon Jefri Mau mengatakan Kepada wartawan pada sabtu 26/5 sore, tolong foto Proyek tambatan perahu sudah dikerjakan dari tahun lalu, dan juga Proyek tersebut Kontraktor Pelaksana Kerja tidak selesei tapi sudah lari , kami sangat tahu asal usul proyek ini, Pemerintah sudah berupaya Gelontorkan dana tapi kontraktor kerja sesuka hati saja” ujarnya

Lebih lanjut, kata dia harusnya ada batu buangan batu yg di breaker agar tempat ini rata dengan catatan batu tersebut di simpan di dekat lokasi pembangunan tambatan perahu sebagai tanda bukti bahwa ada breaker, tapi malah Kontraktor ambil batu buangan itu kemudian dia pakai untuk kerja tambatan perahu jadi dia tidak keluarkan dana beli batu lagi, sehingga ini patut di pertanyakan.

Sebagai warga saya benar benar menyesalkan dengan cara kerja Kontraktor, tolong di buat beritanya biar pihak kepolisian juga tahu cara kerja Kontraktor di Lapangan” imbuh jefri ma’u

Sementara itu Jefri Elim selaku Kontraktor pelaksana ketika di konfirmasi wartawan sabtu 26/5 sore, sedikit berkelit sebab ada dua versi jawaban yang berbeda awalnya dirinya mengakui benar pihaknya selaku kontraktor pelaksana pekerjaan namun pekerjaan itu sudah di nyatakan selesei dan sudah cair seratus persen, dan tidak ada yang salah dengan pekerjaan itu namun ketika di singung wartawan terkait batu buangan yang di ambil, pihaknya mengatakan bahwa ada adendum.

Kembali di singung soal adendum terkait hal apa? Sang kontraktor kemudian kembali mengatakan bahwa , “jika ingin mengetahui tentang kekurangan pekerjaan seperti yang di tanyakan wartawan maka silahkan ke Dinas saja pak kalau soal kekurangan volume silahkan ke dinas sa biar dapat penjelasan di sana” pungkasnya kontraktor

Untuk di ketahui kuat dugaan terjadi dua hal permasalahan di situ yaitu merk up harga
sebelum pekerjaan tersebut di nyatakan selesai dan tersisa dana sekitar 500 juta, namun oleh konsultan pengawas dengan jefri elim selaku kontraktor bekerja sama menambah pekerjaan cor lantai tambatan perahu untuk habiskan dana senilai 500 juta.( Dance henukh)

45Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed