oleh

Ayah Tiri Cabuli Anak Angkatnya Selama 10 Tahun

Kota Probolinggo Oposisi, _ Sangat memilukan kasus pencabulan yang terjadi di kota Probolinggo, sebut Bunga 16 th, yang telah diperlakukan tidak senonoh oleh oknum PNS di kota Probolinggo. Oknum PNS tersebut adalah bapak tirinya. Bunga yang masih duduk di bangku klas 11 di salah satu SMA. menurut pengakuan tersangka sebut “S” 49 th,tersanka S mengakui hanya menyentuh tubuh dan kemaluan korban.

Bentuk apapun sesuai UU Undang-undang Nomor 35 Tahun 2004 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun2002 Tentang Perlindungan anak, pasal 82 dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. Saat Polresta Probolinggo mengadakan converency pers membenarkan kejadian tersebut. Kapolresta Probolinggo Alvian menerangkan, ” bahwa kabar yang menyebut, tersangka S memperkosa korban Bunga. Menurutnya, korban yang berstatus anak tiri tersebut, hanya dicabuli oleh bapak tirinya. Bukan perkosaan, tapi pencabulan. Tersangka hanya meraba-raba tubuh dan menyentuh kemaluan korban,” tandasnya.

Kapolresta Probolinggo menambahkan Selama kumpul dengan ayah tirinya, korban tidak pernah memasukan kemaluan laki laki, termasuk senjata milik S. Ini dibuktikan dengan hasil visum RSUD dr Muhammad Saleh. Dimana, lanjut Alfian di kemaluan korban tidak ditemukan adanya roptur pada permukaan hymen. Itu pertanda, kemaluan korban belum kemasukan kemaluan tersangka. hasil visumnya seperti itu”, ujarnya

Dan menurut paman korban yang juga sebaga RT sangat geram dengan perilaku ayah tiri yang sudah melakukan tindakan asusila, ” ayah tirinya itu sudah pernah di laporkan di Inspektorat tahun 2009 namun tidak ada sangsi atau tindakan, seolah olah laporan di peti es kan dan perbuatan tersangka berjalan mulus selama 10 tahun “, geram paman korban yang juga anggota TNI AD Serma Dodik.

Polresta menyebut, S melakukan pencabulan terhadap Bunga pertama kali tahun 2010, di rumah tersangka, Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Kedua, 1 Januari 2018 sekitar pukul 07.00 di rumah Sunarman Jalan Sunan Kalijaga, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. “Tersangka kawin siri dengan ibu korban tahun 2018. Korban kumpul dengan tersangka SD kelas 3 sampai kelas 5,” sebut Alfian.

Dan juga tersangka mempunyai kelainan saat melakukan aksi cabulnya dengan mengabadikan foto maupun video. “Beberapa kali tersangka mengabadikan pencabulannya dengan Hp. Belum tahu motifnya. Makanya akan kita dalami,” tambah kapolresta.

Dan tersangka juga PNS/ASN  yang bertugas di Bawaslu kota Probolinggo.  ( anis/pra)

7Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed