oleh

Bagus : Begini Langkahnya, Agar Tidak Mudah Terjebak Berita HOAX.

Berita Oposisi.co.id

(BANYUWANGI), Seperti di tahun – tahun sebelumnya setiap Pertengahan Bulan Ramadhan Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi menggelar acara Sarasehan bersama rekan Media baik itu Media cetak, Elektronik dan Online. Ini kali acara serasehan yang digelar di Hotel Ihtiar Surya Banyuwangi, Senin pagi (20/5/2019) yang dimulai pukul 08.00.wib. sampai selesai, berjalan dengan lancar serta nampak terlihat sekali rasa kebersamaan, kekompakan dan persaudaraan dari berbagai macam media yang hadir penuhi undangan.

Hadir sebagai nara sumber Bagus Adi Saputro selaku kasi Intel kejaksaan Negeri Banyuwangi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Wiyono dan Hayatul Makin Pembina Forum Wartawan Majalah Koran Online Tabloid (MAHKOTA).

Pada kesempantanya Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi “Bagus” panggilan akrabnya¬† pada moment acara saresahan memberikan paparan dan penjelasan sedikit panjang tentang mengapa dan bagaimana cara menghadapi berita bohong/HOAX dan kampanye hitam. Sesuai pada tema yaitu “Profesionalisme Wartawan Dalam Menangkal Berita HOAX dan Penegakan Hukum”

“Saya ingin merubah menset bagaimana Kejaksaan bisa berjalan bersama sama media, sebagai Humas Intelijen kejaksaan saya ingin bagaimana nanti memperlakukan berita, memperlakukan pengaduan dan juga memperlakukan informasi yang bisa di dapat oleh teman teman media.”..terangnya.

“Bagus Adi Saputro” selaku Kasi Intelijen Kejaksaan juga mengajak mempersilahkan teman media untuk datang ke kantor Kejaksaan. Disebutkan “Kejaksaan sekarang sedang membuat media center seperti di Situbondo, Media Center ini wajib hukumnya didatangi oleh teman media.” ..jelas Bagus.

Berkaitan dengan semakin maraknya berita HOAX , maka “Bagus” dengan sedikit panjang memaparkan tentang adanya berita HOAX yang mewabah di medsos.

” Mengapa kita dengan mudah terjebak HOAX dan Kampanye hitam ?.. karena adanya budaya ingin saling BERBAGI atau PAMER, Sentimen SARA masih kuat, terjebak dengan ESPRIT DES CORPD yang keliru, belum bisa membedakan PRIVATE dan PUBLIC dan cukup judul dan abaikan content. Sedangkan untuk cara menghadapi Berita HOAX dan Kampanye hitam, maka kita wajib sekali MENGENALI judulnya yang cenderung Provokstif, kalimat yang digunakan cenderung memaksa, seperti contoh ; “Sebarkanlah..! atau Viralkanlah..! dan sejenisnya, kemudian perhatikan foto pada berita dengan teliti betul.”.. paparnya dengan gamblang.

Masih dalam penjelasanya “Bagus” menambahkan tentang langkah berikutnya untuk menghadapi berita HOAX dan kampanye hitam, yaitu dengan cara MENGELOLA dan MEMUTUSKAN,

” Setelah kita kenali betul, maka wajib untuk mengelola dengan cara cek alamat situs/sumber berita, bedakan antar fakta dan opini dan mengikuti komonitas yang kredible. Langkah akhir setelah MENGENALI dan MENGELOLA, maka dengan cara MEMUTUSKAN, bagaiamana,,?
yaitu hindari trend ikut – ikutan (cukup sampai disini), acuhhkan/cuekin, tegur, unfallow, lalu laporkan.” jelasnya.

Tak cukup hanya pada penjelasan diatas, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Banyuwangi ini juga menyampaikan tentang akibat dan sanksi hukum bagi penyebar berita bohong/HOAX. Baik Dalam pasal 310 KUHP, Pasal 28 UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan pasal 45 (2) UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. (ktb)

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed