oleh

Bakesbangpol Banyuwangi Rangkul Media, Persiapan Sosialisasi Pemilu Damai

Banyuwangi beritaoposisi.co.id

Sukses pelaksanaan Pemilu 2019 tepatnya pada tanggal 17 April akan datang, adalah impian besar rakyat Indonesia. Sehingga menjadi penting bagi Pemerintah Daerah Banyuwangi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Bakesbangpol ). Berupaya mewujudkan impian rakyat khususnya di Banyuwangi.

Dalam rangka itu Bakesbangpol Banyuwangi Senin 25/03/2019 rangkul media/wartawan adakan rapat persiapan sosialisasi ” Pemilu Damai “. Pada pidato pembukanya disampaikan oleh Kohar bahwa rekan media/wartawan yang diwakili oleh organisasi profesi media/wartawan se Banyuwangi. Membahas dukungan Pemerintah terhadap Pemilu karena banyaknya berita hoax, fitnah, kampanye hitam, juga politisasi sara.

” Harapan kami teman – teman lintas media, wartawan dan jurnalis mampu meredam utamanya di Banyuwangi. Oleh karena itu kami menvambil tema Gerakan Media Bermartabat dan Independen, Tolak Berita Hoax, Fitnah, Kampanye Hitam, dan Politisasi Sara, ” mukaddimah Kohar yang selanjutnya pembahasan dan penjelasan materi rapat dilimpahkan kepada Kepala Bakesbangpol Drs. Wiyono MH.

Ka. Bakesbangpol Banyuwangi Wiyono MH yang dikenal punya karakter khusus dalam pidato dan bertutur kata itu. Pandai membangun keakraban dengan insan media dalam forum tersebut, canda dan lantuman syair – syair bertuah sesekali terlontar ciptakan harmonisasi suasana. Sehingga se berat apapun persoalan yang akan dibahas ketika Wiyono ada di dalamnya tak lama mencair dan klier.

Awali penyampaiannya Ka. Bakesbangpol singgung tiga fungsi utama media/wartawan yaitu funsi informatif, edukatif, dan rekreatif. Dijelaskan bahwa dari ke tiga fungsi utama itu yang paling sulit adalah menterjemahkan kepada tindakan nyata adalah fungsi edukatif. Karena fungsi edukatif pada dasarnya tidak sekedar mengajar, tidak sekedar melatih. Tetapi harus mampu merubah prilaku orang dari tidak baik menjadi baik, dan normatif sufatnya.

” Normatifnya bagi kita tentu demi tetap tegak berdirinya serta tetap terjaminnya Persatuan, Kesatuan serta keutuhan kehidupan bangsa dan negara. Sehingga saya yakin kawan wartawan mengemban visi itu, yang artinya tidak tega walau ada perbedaan negara ini tercabik – cabik karena hajat sesaat, ” ucap Wiyono dengan intonasi khas pidatonya yang lain dari yang lain itu.

Lanjut Wiyono ajak dan minta bantuan kepada teman – teman wartawan dalam hal ini karena, kata Wiyono bahwa suara dan pena wartawan lebih tajam dari pedang. Wiyono pun tidak memungkiri kalau banyak oknum yang alergi menerima kehadiran wartawan, bahkan ditinggal lari. Hiasi penyampaian Wiyono semangati wartawan denhan sebuah syair pantun,

” Janganlah bimbang janganlah ragu, walaupun banyak pihak yang merasa terganggu. Suara wartawan ibarat lantuman lagu, walau merdu orang yang sakit merasa terganggu “. Berikut sejalan dengan syair pantunnya, dikatakan ” kalau ada oknum yang ketika kedatangan wartawan dan berhadapan dengan wartawan merasa terganggu dan lari, itu gejala orang sakit, mudah – mudahan dimasa jabatan saya yang tinggal 6 bulan lagi, saya tidak termasuk pejabat yang tergolong sakit itu, ” cibirnya disambut aplouse rekan – rekan media di forum itu.

Singkatnya Wiyono selaku Ka. Bakesbangpol berharap Pemilu 17 April 2019 berjalan sukses. Sukses Pemilu yang dimaksut adalah ukurannya menurut Wiyono ada tiga parameternya. Pertama seluruh rangkaian proses Pemilu berjalan lancar, aman, tertib, dan damai.

” Bagi saya yang indah bukan sekedar hasilnya, tapi yang tak kalah indahnya adalah proses yang dilaluinya. Apalah artinya hasil dicapai itu baik, kalau proses yang dilaluinya jelek, yang seperti itu kalau diumpamakan dalam lagu Banyuwangian judulnya ” Rondo Kembang ” yang ada syairnya mengatakan ” Bengi nika esuk pegatan “. Nikahnya kerena dipaksa ya terjalin talibperjodohan tapi tidak lama berantakan, ” sekilas candanya.

Sukses Pemilu yang kedua parameternya pada saat pemungutan suara benar – benar berjalan luber dan jurdil dalam pelaksanaannya. Dan sukse Pemilu uang ketiga menurut Wiyono parameternya adalah hasil yang dicapai bisa diterima oleh rakyat indonesia Banyuwangi khususnya. Dan akhiri penyampaiannya Wiyono berpesan lewat syair pantunnya.

” Piilihan boleh berbeda, Persatuan dan Kesatuan harus tetap terjaga. Siapapun jadi Presiden dan Wakil Presiden harus diterima lapang dada, karena kita semua bersaudara dalam ikatan satu keluarga, ” pungkasnya. Yang selanjutnya forum beralih pada diskusi atau musyawarah persiapan Deklarasi Pemilu Damai rencana digelar tanggal 28 Maret 2019. (rdy35).

 

 

#kepada Kepala Bakesbangpol Drs. Wiyono MH

#deklarasi pemilu

#wiyono

34Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed