oleh

BALANCE PEMBANGUNAN FISIK DAN NON FISIK PENGUNAAN DANA DESA 2018

ADVETORIAL DESA GANDRI

“ REGULASI PENGUNAAN ANGGARAN DESA 30:70 , MENJADI MOMOK LUNTURNYA SWADAYA MASYARAKAT ‘ GUGUR GUNUNG ‘ PERLU BESUTAN TANGAN DINGIN KAPALA DESA DALAM MENJAGA KEARIFAN LOKAL SEBAGAI WARISAN ADI LUHUNG BANGSA “

NGAWI OPOSISI.CO.ID .- Di bawah besutan tangan dingin Hj Khushartini , Desa Gandri Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi setapak berlari mengejar ketertinggalan dari desa lain , salah satu desa pelanggan banjir tahunan di kecamatan Pangkur itu tidak semudah membalikan telapak tangan ketika menyangkut pembangunan infrastruktur desa yang acap kali di porak porandakan oleh bencana tahunan ‘ BANJIR ‘.

Berbekal tekad , komitmen , konduksifitas perangkat desa dan warga di tompang anggaran desa yang bersumber dari ADD-DD Gandri . Hj Khushartini menerapkan balance pengunaan anggaran pendapatan desa 2018 sebesar Rp 1.843.720.200 yang bersumber dari Alokasi Dana Desa Rp.500.722.000   Dana Desa Rp.724 513.000 dan  BHP Rp 31.210.500 dan PAD Rp 585.224.700 guna mengerakan 4 bidang sesuai poksi pengunaan dan tepat sasaran , yaitu .Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Rp 1.008.193.400 , Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa Rp.703.264.000 , Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa Rp.47.194.000 dan Bidang Pemberdayaan Masyarakat Rp 85.068.800.

“ Harapan kami bisa menciptakan pemerintahan desa yang berimbang antara pembangunan fisik dan non fisik , transparan dan akuntabilitas , jangan sampai ada ketimpangan yang menyolok karena hal itu menjadi tolak ukur berhasil tidak-nya skala priyoritas yang di rencanakan jangka pendek dan panjang oleh desa “, Ujar Hj.Kushartini. “ Tiap kali pertemuan yang melibatkan BPD , LPMD dan Perangkat , kita ( Desa Gandri.red ) selalu mengadakan evaluasi kegiatan desa dalam pencapaian skala prioritas “,imbuhnya.

Dalam penerapan anggaran infrastruktur sebagai salah satu penompang perekonomian rakyat , desa Gandri  tahun 2018 menfokuskan pavingisasi jalan di tiga dusun yaitu  pavingisasi dusun jati 2 , dusun Sibah dan dusun Ngepeh sementara untuk pembangunan Tanggul Penahan Tanah ‘ TPT ‘ di dusun Ngepeh , irigasi di dusun Jati 1 dan normalisasi irigasi , sebagai balance pembangunan desa Gandri juga menganggarkan sarana permainan anak , PAUD desa , pembangunan gedung PAUD dan peningkatan pola kesehatan hidup sehat ‘ jambangisasi ’.

“ Alhamdullillah semua bisa di jalankan dan tercapai sesuai targed tahun ini ( 2018.red ), semua kegiatan di kerjakan masyarakat sebagai wujud padat karya yang di amanah undang-undang desa di bawah TPK desa “, kata Kades Gandri.

Di akuinya juga bahwa regulasi pengunaan anggaran desa tahun ini , sempat membuat kelimpungan desa dengan system 30 ( upah tenaga kerja ) : 70 ( fisik ) . “ Dengan menerapkan regulasi pengunaan anggaran 30:70 sesuai amanah undang-undang, diakui tidak di akui oleh semua desa memang sedikit repot , masalah krusial desa dengan system itu untuk merangsang swadaya ‘ Gugur gunung ‘ di masyarakat sebagai kearifan local  sedikit pudar . Regulasi itu baik namun dampaknya memang perlu di kaji dan sadar tidak sadar masyarakat sekarang sudah melek hukum , ini yang menjadi Pekerjaan Rumah ‘PR’ Kepala Desa dalam upaya mempertahankan kearifan local tanpa bersinggungan dengan aturan yang ada “ . Tegas Hj.Kushartini . ( BB.ADV )

1Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed