oleh

Bawaslu Jombang dan MPN Korwil Jombang, Kembangkan Sistem Pengawasan Pemilu Swakarsa

Beritaoposisi.co.id Jombang, _ MPN media senter. Sangat luar biasa, 126 kaum milenial meliputi pecinta motor Vespa, pecinta sepeda onthel, Karangtaruna dan kelompok mahasiswa di Kabupaten Jombang sukarela menjadi agen pengawasan Pemilu 17 April mendatang.

Antusias mereka terbukti ketika A. Zaini S.Ip anggota Bawaslu Kab. Jombang bidang penindakan pelanggaran, memaparkan materi langkah langkah pengawasan pelanggaran Pemilu.

Ada satu hal yang tidak diketahui kaum milenial, adalah hak setiap masyarakat yang memiliki hak pilih berhak dan wajib melaporkan apabila ada pelanggaran dalam proses Pemilu.

Pelanggaran Pemilu tersebut bisa diawali dari proses penggalangan calon pemilih, yang dimobilisasi oleh Caleg dan atau Partai politik.

“Banyak peserta sosialisasi yang tidak tau, kalau dirinya punya hak untuk melaporkan dan memberikan informasi, setiap mengetahui ada pelanggaran. Bahkan mereka sangat terkejut masyarakat yang menginformasikan setiap menyaksikan pelanggaran memperoleh perlindungan hukum,” tutur A. Zani S.Ip usai memberikan materi.

Dengan menyaksikan kenyataan ini, A. Zani merasa yakin dari 126 peserta akan menjadi agen informasi bagi Bawaslu Jombang. Yang berarti menurutnya. program Siskam Pengawasan Pemilu Swakarsa bakal tercapai di Kabupaten Jombang ini.

Peserta kaum milenial dari beberapa komunitas

Dengan harapan cita cita bersama bisa terselenggaranya pesta demokrasi “Bermartabat dan Integritas”. Dengan adanya relawan atau Siskam Pengawasan Pemilu Swakarsa, sangat membantu tugas Bawaslu. Dan tugas Pengawas TPS pun, akan sangat terbantu apabila terjadi sengketa proses pemilihan hingga penghitungan.

Acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Milenial Yang Produktif, di gelar di hotel Yusro kota Jombang dan di buka oleh Ketua Umum MPN H. Umar Wirohadi, SH. MM. dan turut mendampingi Sekretaris Jendral Drs. Udilaksono.

Dan program ini akan di teruskan
dengan menciptakan relawan dan kelompok masyarakat peduli pengawasan terhadap Pemilu juga telah terprogram dengan kelompok perempuan, Pemuda Ansor, kelompok ini nantinya akan menjadi sel pengawasan dilingkungan pondok pesantren.

Akrobat Politik sesungguhnya, kelompok pemilih dari kaum milenial, berdasarkan hasil survei menyebutkan kelompok pemilih ini, terpecah dalam dua kelompok.

Pertama, kelompok acuh terhadap parpol dan Pemilu, kedua kelompok peduli parpol karena ada kepentingan.

Kelompok acuh, rata rata mereka mengaku merasa bosan dengan politik karena setiap saat masyarakat disuguhi adegan akrobat politisi yang ketangkap KPK.

“Berangkat dari kenyataan tersebut, ketika kaum milenial disentil idiologinya mereka terbelalak siap menjadi agen informasi dan sekaligus agen siap melaporkan apabila menemukan pelanggaran”, tutur Eko Nugroho AM. M.Si Ketua II bidang organisasi MPP MPN saat mengawali memberikan sambutan.

Disamping itu, Eko Nugroho meminta Bawaslu mewadahi mereka dengan ikatan, misalnya dibuatkan grup wa .

Pola pengawasan saat ini yang paling rawan adalah, pada bentuk pelanggaran politik uang.

Sekarang ada kecenderungan para caleg menggaet suara banyak dengan memanfaatkan situasi karakteristik pemilih.

Dengan agen pengawasan, yang muncul dari kesadaran masyarakat sendiri , akan menjadi power luar biasa bagi Bawaslu Jombang. (Tim MPN/Pi)

 

#banwaslu jombang

#mpn korwil jombang

#pengawasa pemilu swakarsa

15Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed