oleh

BBWS Bengawan Solo Loyo, Tangani Pintu Air Kali Ulo

Beritaoposisi.co.id Magetan, – Banjir bandang yang menimpa Desa Ngelang dan Jajar, Kecamatan Kartoharjo, Kab. Magetan, masih menjadi was-was masyarakat akan adanya banjir susulan.

Kenapa tidak, dampak banjir yang menimpa kedua Desa tersebut berdampak pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir yang hampir terjadi tiap tahunnya. Sedangkan upaya Pemerintah Kabupaten Magetan untuk melakukan perbaikan hanya sebatas perantara dengan janji yang sudah tersampaikan karena wilayah perbaikan tersebut adalah wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Lokasi tanggul Kali Ulo

“Tahun 2017 lalu, saya sudah sampaikan masalah ini kepada pihak terkait. Waktu itu, semuanya juga ada, mulai dari BPBD, PU bidang SDA, sampai dengan BBWS perwakilan dari madiun juga datang”, kata Sarjono, Kepala Desa Ngelang, Senin (11/3/2019).

Sarjono mengaku, saat rapat pertemuan tersebut, pihaknya menyampaikan semua keluhannya terkait tanggul dan pintu klep air yang menyebabkan banjir tahunan tersebut. Menurutnya, prioritas kendala utama adalah perbaikan tanggul dan pintu air yang berada di Kali Ulo. Namun, setelah rapat pembahasan usulan usai, pihak terkait hanya melakukan peninjauan sumber masalah dan tidak ada tindak lanjutnya.

“Saya sempat mempertanyakan satu-persatu, bagaimana cara mengatasi masalah ini agar tidak terjadi luapan air (banjir), apakah pintu klep yang harus diganti atau tanggul yang harus diperbaiki”, terang Kades kepada Oposisi, (11/3).

Hal yang sama diungkapkan Kepala Desa Jajar, Kec. Kartoharjo, Eko Suprayitno mengungkapkan, dampak banjir yang terjadi kali ini, memang tidak terlalu besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, dampak terbesar dari luapan air kali ulo ini adalah dibidang pertanian, selain rumah dan fasilitas umum banyak yang rusak, warga yang kesehariannya adalah petani, bakal mengaalami kerugian besar.

“Menurut saya, untuk mengatasi banjir tahunan ini, harus dilakukan normalisasi sungai, yaitu dengan pengerukan dan penambahan tanggul. Selain itu, karena wilayah Jajar dan Ngelang merupakan dataran rendah, alangkah baiknya juga perlu ditinggikan jalannya. Semua itu tergantung Pemkab mas, kita hanya mengusulkan saja”, pungkas Eko Suparyitno. (ren)

 

#bbws Bengawan solo

#tanggul Kali ulo

#langganan banjir

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed