oleh

Berdalih Cros Chek, Belum Lunas Tanggungan Diintimidasi Tidak Ikut Ujian

Banyuwangi Oposisi.co.id

Sungguh memprihatinkan masih ada lembaga pendidikan di Banyuwangi, disiplinkan pembayaran biaya sekolah siswa – siswinya. Dengan cara intimidasi tidak boleh iku ujian sekolah, dengan dalih croscek administrasi. Peristiwa menyedihkan itu rumornya bahkan diberutakan di salah satu media, terjadi pada siswa – siswi SMK Muhammadiyah 1 Genteng Banyuwangi.

Tak ayal kebijakan sekolah membuat panik para orang tua wali siswa yang mengetahui anaknya tidak boleh ikut ujian karena masih punya tanggungan pembayaran. Rumor beredar lantaran itu para orang tua siswa mendatangi sekolah. Ternyata jadi benar trik managemnen SMK Muhammadiyah 1 Genteng berhasil menarik perhatian orang tua siswa. Puluhan orang tua wali siswa datang ke sekolah memohon agar anaknya diikutkan ujian. Tak sedikit yang pulang kecewa permohonannya tidak dikabulkan karena belum lunas tanggungannya. Yang bisa lunasi tanggungan anaknya aman dan ikut ujian.

Untuk perimbangan informasi media konfirmasi Humas SMK Muhammadiyah 1 Genteng yang akrab dengan sapaan Wiwit. Kepada media via seluler langsung memberikan keterangan menepis bahwa informasi tersebut tidak benar kalau sekolah melarang siswa yang tidak lunas bayar administrasi tidak ikut ujian. Dijelaskan bahwa sekolah mengundang orang tua siswa hanya melakukan cros chek. Dikhawatirkan sebenarnya siswa yang bersangkutan sudah dikasi uang oleh orang tuanya tapi tidak dibayarkan ke sekolah.

” Kita hanya mengundang orang tua untuk cros chek karena dikhawatirkan ada orang tua yang sudah memberikan uang kepada anaknya tapi tidak dibayarkan ke sekolah. Setelah orang tua datang kita ajak bicara dan setelah itu kalau bayar kita layani, tidak membayarpun tidak masalah solusinya bagaimana dan anaknya tetap bisa ikut ujian, ” jelas Wiwit Humas SMK Muha 1 Genteng.

Istu Handono Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Banyuwangi saat dikonfirmasi meneruskan tanggapan Kepala SMK Muhammadiyah 1 Genteng sebagai berikut :

” Assalamualaikum, Menanggapi informasi yang sudah masuk ke Dispendik Banyuwangi, perlu kami sampaikan hal-hal sbb : 1. Bahwa info yang menyebutkan kalau siswa / ortu diwajibkan melunasi pembayaran sekolah untuk bisa ikut ujian adalah tidak benar. Yang benar adalah kami mengundang orang tua untuk komunikasi/ mengcross check tentang administrasi siswa, karena dikhawatirkan ada yang tidak dibayarkan oleh siswa ke sekolah. 2. Setiap siswa tetap mengikuti ujian akhir semester setelah ada komunikasi orang tua dengan pihak sekolah, jadi tidak ada larangan bagi siswa untuk ikut ujiann, ” kutipan tanggapan Kepala SMK Muhammadiyah 1 Genteng kepada Kacabdipendik Istu Handono kepada media, yang selanjutnya diteruskan kepada awak media.

” Ini jawaban KS yang bersangkutan..maka tolong saya dibantu untuk mendapatkan data siswa yang tidak boleh ikut ujian itu, untuk menentukan sikap dan tanggapan saya, ” katanya Selasa 27/11/2018.

Masih kata Kacabdispendik Istu Handono meminta, kalau ada siswa yang tidak boleh ujian karena tidak bayar uang sekolah. Maka Kepala Sekolah dan jajaran sudah mengabaikan komitmen tentang keberpihakan pada masyarakat kurang mampu dan gerakan Wajardikdas. Tentang informasi ada siswa yang bernama Misel yang terpaksa dipindahkan oleh orang tuanya ke sekolah lain. Karena kesal pada kebijakan sekolah, padahal sudah bayar Rp. 1.800.000, Kacabdispendik Istu Handono menanggapi.

” Baik ..saya sudah croscek KS nya dan KS nya minta waktu utk mengurai tentang Misel itu..karena KS nya juga belum tahu tentang hal itu, “ tanggapannya.

Dengan adanya informasi kejadian tersebut Kacabdispendik Provinsi Jatim Banyuwangi Istu Handono berjanji akan mengutus Stafnya untuk tinjau lapang karena sedang ada tugas di Surabaya, katanya. Dan sepulang dari Surabaya mengaku akan ke sekolah SMK Muhammadiyah 1 Genteng.

Sementara apa yang disampaikan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Genteng kepada Kacabdispendik Istu Handono. Bertolak belakang dengan informasi yang ditangkap dari para orang tua wali siswa. Bahkan menurut sumber info ada salah satu orang tua siswa datang ke sekolah. Demi memohonkan anaknya untuk diikutkan ujian dan hendak cicil tanggungan. Namun rumornya ditolak karena tidak membayar lunas. (rdy35).

15Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed