oleh

Bingung… Mediasi Kasus PTSL di Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar, Saling Tuding dan Lempar Tanggung Jawab

Blitar Oposisi, – Camat Kepanjen Kidul Kota Blitar akhirnya turun tangan dan mengundang warga korban PTSL kelurahan Ngadirejo, untuk datang ke ruang kantor kecamatan, Rabu Siang, 7 November 2018 jam 08.00 Wib untuk klarifikasi, juga sekaligus negosiasi kepada para korban program PTSL.

Rapat dihadiri oleh Nurjiat selaku Lurah Ngadirejo, Suryono (BPN), dan terduga yang melakukan pungli Yayuk (Ketua RT) serta Tutut Santoso selaku penjaga malam kantor kelurahan atau kurir yang punya bagian mengambil uang biaya PTSL dari hasil pungutan Yayuk kepada warga. Rapat juga di hadiri sebagian dari para korban PTSL antara lain Nur Latifah, Sunaryo, Suyatin, Djemirin.

Dalam mediasi diruang camat Kepanjen kidul, Lurah Ngadirejo berkelit tidak merasa meminta sejumlah uang seperti yang di keluhkan oleh warga, sedangkan pihak pelaku dan para kurir yang tertuduh melakukan pungutan uang biaya PTSL ke warga juga berbicara tidak mungkin saya meminta uang kepada warga tanpa adanya perintah atasan.

Perang mulut dan saling tuding melempar tanggung jawab terjadi di ruang kecamatan Kepanjen Kidul, antara pihak pelaku pungli PTSL dengan lurah Ngadirejo. Dan mencari selamat.

Warga korban PTSL merasa gerah dengan ulah dan sikap pihak-pihak kelurahan yang tidak koperatif mengakui perbuatannya.

Dalam situasi yang makin memanas akhirnya camat Edi Warsono menengahi dengan mengambil sikap untuk menyeleseikan masalah ini secara kekeluargaan dengan cara mengembalikan semua uang kepada para warga yang sudah membayar PTSL yang di luar ketentuan hingga jutaan rupiah.

Tapi ternyata wargapun tidak serta merta menerima langsung dengan tawaran camat ini.

Camat pun tangap cepat menemui team media yang investigasi yang ada di kecamatan untuk diajak diskusi, tapi diruang yang berbeda, camat didampingi sekcam Indra berusaha negosiasi dengan team media untuk membantu menyelesiakan perkara ini, dengan membujuk warga agar mau menerima uang yang akan dikembalikan pihak kelurahan.

Kepada wartawan, Edi Warsono selaku Camat di Kecamatan Kepanjen Kidul mengatakan merasa harus turun tangan dengan adanya rumor yang membuat resah warga, dimana pada salah satu kelurahan di wilayahnya terjadi permasalahan terkait progran PTSL yang di pungli oleh oknum oknum kelurahan Ngadirejo.

Team media menelusuri warga juga tidak bisa langsng memutuskan atau mengabulkan permintaan pihak kecamatan Kepanjen kidul, walaupun terkesan akan diberi imbalan atau penawaran tertentu agar masalah ini berhenti dan diseleseikan dengan kekeluargaan saja.

Pihak dari kelurahan ingin mengembalikan uang yang sudah di minta dari warga, akan tetapi warga bersikukuh tidak menerima, dimana warga takut kalau diterima bagaimana dengan nasib proses PTSL gak jadi…?

Warga benar benar merasa dirugikan dengan ulah kelurahan yang membebani progam PTSL yang seharusnya Rp. 150.000 menjadi kisaran kurang lebih Rp. 1.500.000 s/d Rp. 6.500.000.
Warga merasa kurang puas dengan pelayanan kelurahan Ngadirejo yang tebang pilih atau pilih kasih, pungutan tidak di sama ratakan. Sehingga para korban secara bersama-sama melakukan Dumas (Pengaduan Masyarakat).

Perlu diketahui bahwa sebelum pihak kecamatan memanggil warga kelurahan Ngadirejo beberapa hari sebelumnya pihak kelurahan didampingi pihak polsek dan kesbangpol kota Blitar juga mendatangi warga yang menjadi korban PTSL ini untuk dikembalikan uangnya, tapi warga tetep bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut.

Karena situasi di kelurahan Ngadirejo tensinya makin tinggi, antara korban PTSL dengan pihak kelurahan, akhirnya pada tanggl 7 November 2018, Rabu jam 08.00 Wib, camat Kepanjen kidul memangil semua pihak-pihak terkait dengan perkara ini untuk mediasi dan diselesaikan di kantor kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar. Hingga sampai berita di turunkan lagi, belum ada kejelasan terkait perkara ini…?. (tim/red)

10Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed