oleh

BP3RI Akan Dalami Klaim Asuransi Yang Digunakan Untuk Pelunasan Hutang Debitur Oleh Finance

Banyuwangi Oposisi.co.id

Pada pemberitaan sebelumnya diberitakan bahwa kecelakaan lalu – lintas yang menimpa Zaenal Nurrohman warga Tulungrejo. Menyebakan dirinya dirawat di Rumah Sakit Alhuda Krikilan Glenmor Banyuwangi. Dan sepeda Vario 125 Tahun 2017 yang dikendarainya rusak berat karena kabarnya ditabrak Truk. Dan sepeda motor masih dalam tanggungan kredit di Finance Mandiri Utama Banyuwangi.

Singkat cerita kejadian tersebut diurus Asuransinya oleh Finance Mandiri Utama dan sudah cair. Sayangnya keluarga korban keluhkan dana klaim Asuransi tidak diterimakan kepada Zaenal Nurrohman atas nama tertanggung, malah digunakan untuk pelunasan angsuran kreditnya yang katanya tanpa sepengetahuan debitur. Karena kekecewaannya, keluarga korban inisial ” HR ” mengaku minta pendampingan Lsm Badan Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Republik Indonesia ( BP3RI ) yang diketuai oleh Sugeng Setiawan, SH.

Saat dikonfirmasi Ketua Umum BP3RI Sugeng Setiawan, SH, membenarkan bahwa lembaganya dihubungi pihak keluarga korban untuk melakukan pendampingan. Pria yang akrab dengan sapaan nama Sugeng itu mengatakan, bahwa akan dilakukan pendalaman tentang SOP atau prosedur pencairan dari Asuransi kepada pihak Finance bukan kepada debitur. Karena memang hakekatnya sepeda secara hukum masih milik Finance karena belum lunas.

” Cuman di sini saya tahu ada penyimpangan, bagaimana penyimpangannya..? Pihak Finance setelah mendapat klaim Asuransi, uangnya itu justru untuk menutup hutang debitur. Setelah mencukupi baru sisanya diberikan kepada debitur atau PK atau nasabah. Nah yang perlu kita lakukan atau diketahui apakah ada klousul waktu menandatangani kontrak antara pihak Finance dengan debitur, “ ucapnya Selasa 12/02/2019.

Lanjut Sugeng sekilas memaparkan apa yang diketahuinya bahwa sering diketahui tidak semua isi klousul yang ada disampaikan kepada debitur oleh pihak Finance. Pihak Finance hanya menjelaskan tentang angsuran bagini begitu dan seterusnya. Tapi masalah Asuransi, Vidusia jarang bahkan tidak pernah disampaikan oleh pihak Finance kepada debitur.

Menurut Sugeng setelah melakukan lidik ke rekan – rekan Finance lain, didapat informasi yang sama bahwa klaim Asuransi kebanyakan untuk pelunasan hutang debitur.

” Jadi apa yang dilakukan oleh Finance itu sudah tidak memenuhi rasa keadilan dan kemanfaatan. Meskipun ada klousul yang ditanda tangani saya yakin klousul itu hanya untuk pihak internal Finance, “ imbuhnya.

Yang jelas menurut Sugeng Setiawan, SH, lembaganya akan melakukan lidik dan pendalaman terkait persoalan tersebut. Karena Sugeng memandang unsur kemanusiaannya juga tidak ada bila klaim Asuransi dibijaki secara sepihak abaikan debitur. Bayangkan Zaenal Nurrohman sudah dirawat di Rumah Sakit, sepeda rusak tidak bisa dinaiki ada klaim Asuransi tidak merasakan. Sementara angsuran sudah berjalan 16 kali angsuran dan kontrak masih berjalan. (rdy35).

8Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed