oleh

Bupati Anas : Tak Mungkin Kita Bicara Kesehatan & Pariwisata, Kalau Toilet Dan Sungai Kita Tidak Bersih

Banyuwangi Berita Oposisi

Ungkapan bijak Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas disampaikan saat menghadiri acara Lounching Festival Toilet Dan Kali Bersih di Desa Karangbendo Kec. Rogojampi Jumat 26/04/2019.

Bupati Anas dalam sambutan sebelumnya sedikit bercerita bahwa kegiatan hari ini padat sekali, katanya tadi malam sampai malam bersama Menteri Dalam Negeri. Yang selanjutnya dikatakannya bahwa di daerah tidak hanya mengerjakan program, tapi bagaimana bisa membangun komunikasi yang hasilnya bisa berdampak positif terhadap daerah.

Selanjutnya Bupati Anas mukaddimai sambutannya ibaratkan dirinya sebagai Sales supaya ekonomi bisa tumbuh.

” Saya ini jadi sales supaya ekonomi tumbuh, ekonomi tumbuh tidak hanya soal bantuan kredit tapi bagaimana orang terus datang ke Banyuwangi. Kita sedang melakukan berbagai terobosan agar ekonomi Banyuwangi terus tumbuh dan berkembang “ ujarnya.

Terkait Vestifal Toilet Bersih dan Kali Bersih, Bupati Anas mengatakan Festival Toilet Bersih tidak populer. Melainkan hal itu sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah terhadap nilai indek kebersihan tingkat dunia yang masih rendah disebutnya masih ada diatas 24. Oleh karena itu Bupati lontarkan ungkapan bijak ” Tidak Mungkin Kita Bicara Kesehatan Dan Pariwisata, Kalau Toilet Dan Sungai Kita Tidak Bersih “.

Untuk itu pada kesempatan tersebut Bupati Anas berharap juga menghimbau agar kegiatan yang sama ( Vestifal Toilet dan Kali Bersih ) dikerjakan di semua TK, SD, atau yang masih sekolah perlu dididik budaya bersih. Selain itu dikatakan bahwa budaya bersih itu bisa memulai budaya bersih bukan hanya dari sekolah – sekolah saja tapi dari rumah masing – masing, urainya. Bupati juga mengingatkan kepada para Camat untuk cek kebersihan Masjid, Mushollah, Gereja, dan Pure. Karena tempat – tempat itu adalah tempat berkumpulnya orang. Karena kata Bupati Kalau tempat ibadah Masjid, Mushollah, Gereja, dan Pure yang terlihat kotor dan jorok, budaya itu akan menular kepada mereka yang datang ke tempat – tempat itu terutama anak – anak.

” Saya kira kriteria bersih sudah jelas, tidak kotor baunya oke airnya tidak berubah, oleh karena itu mari kita mulai dari ada hadis Annadho Fatu Minal Iman yang artinya kebersian adalah sebagian dari iman, “ jelas Bupati Anas singgung hadis meyakinkan hadirin.

Tak hanya itu kepada para Takmir Masjid untuk disosialisasikan, kalau ada uang kenclengan ( recehan ) yang masuk ke Masjid. Prioritasnya jangan untuk membangun Masjid, merubah Quba, atau ngecat Masjid. Prioritas nomer satu adalah air sama toilet bersih. Dipertegas lagi oleh Bupati Anas betapa pentingnya kebersihan dengan menjelaskan bahwa kalau kita belajar Kitab Kuning semua hasanah Kitab Kuning nomer satu babnya bukan yang lain, tapi ” babuth thoharokh ” yaitu bab kebersihan. Jadi semua Kitab Fiqih semua nomer satu adalah bab kebersihan.

Usai memberikan kata sambutannya, Bupati H. Abdullah Azwar Anas secara simbolis menebar benih ikan yang disaksikan oleh anak – anak TK. Dengan harapan apa yang dilakukan Bupati Anas mengispirasi anak – anak untuk mencintai lingkungan hidup. (rdy35).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed