oleh

Cakades Se Kec. Singojuruh Deklarasi Pilkades 9 Oktober 2019 Damai

Berita Oposisi.co.id.(Banyuwangi)

Kompetisi politik Pilkades dampak sosialnya terhadap kehidupan bermasyarakat tak terelakkan. Suhunya pun lebih hangat ketimbang kompetisi politik – kopetisi politik yang lain, apakah itu kompetisi politik Pilbup, Pilgub, Pilpres, dan Pileg. Hal tersebut karena kompetitor berada pada ruang lingkup yang sempit yaitu satu desa. Yang mana setiap informasi dan aktivitas politik mudah sekali terjangkau.

Meminimilisir terjadinya dampak negatif dari perhelatan politik Pilkades serentak yang akan digelar pada 9 Oktober 2019 mendatang. Maka Panitia Pilkades se Kec. Singojuruh bekerjasama dengan Forpimka Singojuruh, berinisiatif gelar “DEKLARASI DAMAI”. Adapun dari 11 desa yang ada di Kec. Singojuruh sebanyak 8 desa yang akan melaksanakan Pilkades. Diantaranya 1. Desa Singolatren, 2. Desa Lemahbangkulon, 3. Desa Padang, 4. Desa Benelankidul, 5. Desa Gambor, 6. Desa Singojuruh, 7. Desa Gumirih, dan 8. Desa Kemiri. Hadir dalam acara tersebut Kapolsek Singojuruh AKP Sumono, SH bersama beberapa anggota para Bhabinkamtibmas, Danramil Singojuruh diwakili oleh Pelda Didin bersama personilnya para Babinsa, Plt dan Pj Kades se Kec. Singojuruh.

Pengucapan Deklarasi dipandu oleh Camat Singojuruh Muhammad Lutfi, S.Sos.,M.Si, dan diikuti oleh semua Calon secara serempak. Berikut Camat Lutfi memberikan sambutan dan arahan – arahan. Dikatakan oleh Camat Lutfi, memang Deklarasi tidak tercantum dalam tahapan tahapan Pilkades. Tetapi merupakan kesepakatan, kesepahaman bersama yang mengandung makna moral. Camat berharap Deklarasi bukan hanya lips di bibir saja, tetapi di lapangan harus dilaksanakan juga ikatan moral dan ikatan janji kepada Allah Swt / Tuhan Yme.

Tiga hal yang ditekankan oleh Camat Lutfi dalam sambutanya. Pertama, adalah berharap agar semua pelaksana termasuk perangkat desa, dan BPD melaksanakan kegiatan sesuai pada tupoksinya, bersikap adil melayani semua calon kepala desa. Kedua, tim sukses masing masing Calon mampu menjaga nama baik Calonnya, tidak melakukan sesuatu hal yang justru merugikan atau mengorbankan Calonnya. Dan yang ketiga, bersama sama melakukan kegiatan di masyarakat dengan aman tentram usahakan tidak ada profokasi yang bisa memecah belah masyarakat.

“Siapa yang akan jadi dan tidak, semuanya itu sudah ada tulisannya. Oleh karena itu ikhtiar yang baik, berdoa, dan kekuatan rasa syukurlah yang bisa mendatangkan sesuatu hal yang baik , “ ungkap Camat Lutfi.

Camat menyarankan siapapun yang menang untuk mendatangi yang kalah menyampaikan ucapan terima kasih. Tanpa adanya Calon yang kalah itu tidak ada yang menang, karena dalam Pilkades tidak boleh Calon tunggal harus ada lawannya. Karena adanya lawan itulah yang menang diuntungkan, maka seyogyanya bila bersilaturrahmi menyampaikan ucapan terima kasih. Selain itu dengan silataurrahmi setidaknya sudah ada rekonsiliasi ciptakan keharmonisan antar masyarakat yang tadinya berbeda pilihan.

Sementara Kapolsek Singojuruh AKP Sumono, SH dalam sambutnya lebih kepada persoalan Kamtibmas. Yang mana menurut Kapolsek tidak akan mengalami kemajuan suatu desa bila tanpa jaminan keamanan. Sehebat apapun Kepala Desanya, sebagus apapun programnya. Tapi bila tidak aman maka semua itu tidak berarti apa – apa untuk kemajuan desanya. Oleh karena itu pada kesempatan  itu Kapolsek menekankan kepada semua Calon dan timsesnya. Untuk komitmen pada isi deklarasi yang diucapkan bersama oleh semua Calon.

Acara ditutup dengan doa, dan penanda tanganan Pakta Integritas oleh semua Calon dan timses masing – masing Calon. Yang disaksikan oleh jajaran Forpimka dan seluruh Panitia Pilkades se Kec. Singojuruh. (rdy35/ktb).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed