oleh

Camat Gerih Anang H Prabowo, “Memang Benar Bahwa Ada Aksi Protes”

Ngawi Oposisi, – Hari terakhir pengeluaran rekomendasi dari Kecamatan, diwarnai aksi protes dari peserta ujian perangkat. Karena hasil pelaksanaan ujian perangkat Desa Widodaren Kecamatan Gerih, Kab. Ngawi, yang dilaksanakan pada tanggal 02 Oktober 2018, diduga mengandung unsur kecurangan, Senin (15/10/2018).

Aksi protes tersebut, dilakukan oleh para peserta ujian yang menurut mereka hasil dari ujian yang dilakukan tim panitia penilaian dan penyusun soal tidak sesuai harapan dan di anggap kurang relevan.

“Kami melakukan hal ini, karena hasil ujian yang dikeluarkan tim panitia penilai dan penyusun soal dinilai tidak masuk akal”, ungkapan protes salah satu peserta ujian.

Menurut pantauan Oposisi, pada hari ini (15/10) dilakukan musyawarah, dalam menampung soal keberatan dari para peserta ujian, untuk melakukan penjabaran terkait hasil yang didapat dari ketua YPLP PGRI karena dicurigai ada unsur kecurangan. Dan menurut para peserta, menduga tim penyusun dan penilai ujian dalam perumusannya hasil yang tidak valid.

Desi Calvira selaku peserta ujian dan peserta yang mendapatkan posisi rangking 2 mengatakan keberatannya terhadap teknis penilaian yang dilakukan panitia penyusun dan penilai ujian.

“Pihak penilai tidak bisa menjabarkan terkait hasil ujian. Saat ditunjuk untuk menjelaskan mekanisme penilaian justru diserahkan kepada BPD karena hasil nilai ujian sudah diberikan dan sudah di putuskan”, katanya dengan mimik kesal..

“Kami akan menindaklanjuti masalah ini ke tahap berikutnya, untuk diteruskan ke PTUN. Dan saya juga punya bukti buktinya yang dicurigai ada indikasi kecurangan”, tegasnya pada Oposisi (15/10).

Hal itu ditanggapi oleh Camat Gerih Anang H Prabowo menjelaskan, memang benar bahwa hari ini ada aksi protes dari para peserta ujian yang dilaksanakan 2 oktober kemarin. “Kami selaku Camat hanya menentukan sesuai Peraturan yang ada, dan semua itu sudah sesuai prosedur dan teknisnya”, jelasnya.

Aksi Protes dari peserta, di curigai kurang transparannya panitia

Ditanyai terkait rekomendasi dari kecamatan Anang mengiyakan bahwa, rekom tetap akan dikeluarkan dan diberikan kepada Kepala Desa untuk dilakukan pelantikan. “Terkait rekom, tetap akan saya keluarkan sesuai hasil ujian dengan nilai tertinggi kemarin”, imbuh Anang H Prabowo. Ditempat lain, saat dikonfirmasi Kepala Desa Widodaren sesusai musyawarah Herry Suwedi menegaskan,”Apapun dari hasil musyawarah tadi, pihaknya (Kades red) tetap akan melakukan pelantikan, walaupun dapat tidaknya rekomendasi dari Camat Gerih, Saya akan melantik kedua peserta yang sudah ditetapkan kemarin, karena berita acara sudah saya berikan kepada Camat seminggu yang lalu, sebelum batas akhir waktu dari pengeluaran rekomendasi dari Pak Camat”, tegas Kades.

“Dan hasilnya kita tetap mendapatkan rekom dari Kecamatan, apabila masih ada para peserta yang masih keberatan, sesuai aturannya silahkan mengajukan keberatannya ke PTUN atau ditempuh dengan jalur hukum, dan saya siap menerima justru mendukung hal itu”, pungkasnya.

Diketahui, aksi protes ini dilakukan di Pendopo Kecamatan Gerih yang dihadiri Camat Gerih, Kepala Desa Widodaren, seluruh anggota tim penyusun dan penilai ujian dari YPLP PGRI Ngawi, BPD Widodaren, beberapa peserta ujian, dan disaksikan olehTNI dan Kepolisian tingkat Kecamatan, serta beberapa saksi dari Muspika dan masyarakat. (ren/bb/ays)

4Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed