oleh

Camat Singojuruh Giring Kades & Staf Desa Study Banding Ke Desa Genteng Kulon

Banyuwangi Oposisi.co.id.

Pelayanan masyarakat menjadi hal penting bagi setiap Pemerintahan Desa. Layanan cepat, tepat, dan mudah serta tidak berbelit – belit adalah harapan masyarakat pada umumnya. Untuk hal tersebut perlu adanya inovasi dari Pemerintah Desa.

Untuk keperluan itu Camat Singojuruh Mohammad Lutfi, S.Sos.,M.Si giring Kepala Desa, Sekdes, dan Staf Desa se Kecamatan Singojuruh ke Desa Genteng Kulon.

“Ini kami lakukan dengan harapan Pemerintah Desa di Wilayah Singojuruh dalam hal pelayanan pada masyarakat lebih baik, mudah, cepat, dan tepat. Sementara di Desa Genteng Kulon sudah ada Self Service yang mana masyarakat bisa melakukan sendiri melalui sebuah alat khusus dan sudah ada aplikasinya bisa buat atau urus surat – surat sesuai kebutuhannya. Disamping itu manfaat lain bisa kita dapat paling tidak secara tidak langsung kita mendidik masyarakat untuk faham tentang ITE atau yang sering kita sebut dengan istilah Melek ITE “ ungkap Camat Lutfi Senin 15/10/2018 di Pendopo Desa Genteng Kulon saat kawal para Kades dan Staf Desa.

Di Kantor Desa Genteng Kulon Camat dan para Kades juga staf Desa se Kecamatan Singojuruh disambut baik. Mereka dipandu oleh Kaur Kesra Desa Genteng Kulon bernama Karno, mulai dari pengenalan alat dan cara mengoperasikannya. Satu per satu dari mereka mencoba mengoperasikan setelah mendapatkan petunjuk dan pengarahan dari Karno.

 

Menurut Karno Kaur Kesra kelebihan dan kemudahan dari adanya model pengoperasian peralatan layanan Self Service tersebut.

“Kemudahannya dengan adanya alat ini, masyarakat bisa melakukan sendiri dalam mengurus dan membuat surat – surat yang diperlukan. Dan bisa meminimalisir terjadinya kesalahan nama, alamat dll, karena masyarakat bisa membetulkan sendiri. Kelebihannya pelayanan bisa lebih cepat dan menghindari terjadinya antrian, ” jelasnya.

Diperoleh juga penjelasan dari Kaur Perencanaan Desy Arisanti tentang apa yang memotivasi Pemerintah Desa Genteng Kulon menggunakan alat layanan yang disebutnya Self Service itu.

“Inovasi seperti ini karena di desa kami dalam tiap harinya dalam hal pelayanan bisa melayani 50 masyarakat. Oleh karena itu kami keberadaan Self Service ini sangat membantu. Bagi warga yang mungkin lama menunggu antrian dan kebetulan mengenal ITE bisa kita pandu untuk membuat sendiri melalui alat tersebut. Dan dengan adanya Self Service ini kantor kami bisa menangani layanan kepada masyarakat dengan maksimal, ” paparnya.

Sementara Sekdes Genteng Kulon B. Budianto ketika dikonfirmasi terkait sumber dana untuk bisa mewujudkan alat Self Service itu. Memberikan keterangan bahwa untuk pengadaan alat tersebut sumber dananya dari CSR pelaku usaha yang ada di wilayah Desa Genteng Kulon.

Salah satu perwakilan Kades dari Kecamatan Singojuruh Mura’i Ahmad (Kades Gumirih) yang notabene Ketua Askab itu dalam penuturannya.

“Sistem layanan yang digunakan oleh Pemdes Genteng Kulon sangat membantu dalam hal pelayanan kepada masyarakat. Dan memang seharusnya tiap Kantor Desa terapkan Self Sevice yang punya arti melayani diri sendiri itu. Secara pelahan masyarakat belajar mengenali dan menggunakan alat ITE, terutama anak – anak muda. Yang jadi persoalan untuk rekan – rekan Kades adalah sumber dana untuk pengadaan alatnya. Tapi kalau punya keinginan yang kuat isnsyaallah tidak ada yang tidak mungkin. Hanya memang butuh waktu untuk memikirkannya, ” tutur Mura’i Ahmad. (rdy35/eta).

13Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed