oleh

Dahsyat…..Diduga Pungli Atau Pemerasan Di PTSL Ngadirejo Blitar

Blitar Oposisi, – Program pemerintah tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kelurahan Ngadirejo di tarik biaya sampai 1.5 juta sampai 6.5 juta ke pemohon.

Berdasarkan Surat Pengaduan Masyarakat desa Ngadirejo yang masuk ke meja Redaksi, beserta beberapa surat penyataan yang di berikan para warga kepada awak media ini, tertera pungutan kepengurusan sekitar 1.5 juta sampai 6.5 juta.

Bukti pernyataan dari pemohon PTSL

Menurut pemohon saat di temui team media ini, ia dimintai sejumlah uang sesuai surat pernyataan itu oleh oknum ketua RT inisial Wsu atau akrab di panggil Yyk dan Si, dengan alasan atas perintah Kepala Kelurahan Ngadirejo.

“uang itu kami serahkan ke bu Yyk, karena beliau meminta dan mengatakan utusan Lurah,besaran nominalpun bu Yyk yang menentukkan untuk segera kami bayar lunas,”kata pemohon.

Sementara itu Wsu yang akrab dipanggil Yyk, ketika di komfirmasi terkait besarnya tarif biaya kepengurusan PTSL hingga jutaan rupiah tersebut mengatakan semua atas perintah Lurah, dan juga menyetorkannya kepada lurah tapi melalui TS ( penjaga malam kantor Kelurahan ) yang datang ke rumahnya mengambil duit atas perintah lurah.

Sehingga Patut diduga, oknum pegawai Kelurahan Kota Blitar lakukan pungli kepada warganya yang ingin mengurus sertifikat tanah mereka.

Ironis…PTSL yang merupakan inovasi pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat: sandang, pangan, dan papan yang dituangkan dalam Peraturan Menteri No 12 tahun 2017 tentang PTSL dan Instruksi Presiden No. 2 tahun 2018, yang seharusnya dapat meringankan warga dalam mengurus surat tanah, justru dijadikan banca’an oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Lurah Ngadirejo dan dari Pihak BPN Kota Blitar

Lurah Ngadirejo saat di temui media ini di kantornya yang kebetulan saat itu juga di saksikan Suryono pegawai BPN kota Blitar, menampik tuduhan tersebut, Lurah merasa tidak pernah menugaskan atau menginstruksikan siapapun untuk menarik anggaran sebesar itu dan Lurah juga mengatakan tidak pernah menerima hasil pungutan tersebut dari Yyk oknum RT ataupun TS penjaga kantor kelurahan.

Kepada awak media Lurah juga menyampaikan akan segera memanggil Yyk, Si, serta TS dan para pemohon yang sudah membayar jutaan tersebut untuk di mintai keterangan.

Sedangkan terkait tidak di bentuknya panitia Program PTsL kelurahan Ngadirejo, Lurah mengatakan ,”tidak di bentuknya panitia itu karena pada program PTSL tahun sebelumnya tugas-tugas panitia tidak maksimal dan amburadul tidak berjalan sesuai program,”terang Lurah.

Sementara itu Suryono Petugas BPN kota Blitar, yang kebetulan bersama Lurah, mengatakan,”terkait kasus ini sudah ada mediasi dan Lurah juga sudah menginstruksikanĀ  untuk mengembalikan uang biaya kepengurusan PTSL yang 1.5 juta sampai 6.5 juta tersebut kepada warga atau pemohon PTSL.

“terkait masalah ini sudah kita diskusikan dan lurah juga sudah mengintruksikan agar duit pemohon yang ada segera di kembalikan dan bisa di terima oleh pemohon,”kata Suryono.

Sementara itu Camat Kepanjen Kidul Kota Blitar yang menurut informasi di lapangan sempat di panggil Sekda terkait masalah PTSL kelurahan Ngadirejo,tidak ada di kantornya saat mau di komfirmasi. Sampai berita ini di rilis. (tim) bersambung…

3Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed