Mei 26, 2019
oleh

Demo Tolak Neno Warisman di NTB, Menuai Kecaman

Neno Warisman sendiri di ketahui sebagai Wakil Badan Pemenangan Naaional Prabowo – Sandi, kehadirannya di NTB untuk bertemu dengan seluruh relawan yang ada di NTB.

Koordinator Aksi Taufik menyampaikan, aksi penolakan kedatangan Neno tanpa didasari atau didorong kepentingan perseorangan ataupun calon tertentu dalam politik.

Penolakan ini menurutnya murni sebagai bentuk sikap masyarakat yang terdidik untuk mencerna dan mengenali misi seorang tokoh menyampaikan dakwah di Lombok.

“Tidak ada niatan yang aneh. Kami tidak menolak BPN Prabowo – Sandi, yang kami tolak adalah Neno Cs. Kita ketahui bersama di berbagai daerah yang dihadiri oleh Neno Warisman selalu kontroversial,” ucapnya.

Menurutnya, tak hanya di NTB, kunjungan dalam misi dakwah Neno Warisman di berbagai daerah juga ditolak. Hal mendasar inilah yang kemudian Koalis Cinta Damai ini menyatakan sikap untuk berbuat hal yang sama.

“Kami menolak segala bentuk penyebaran informasi Hoax, serta mendukung terciptanya Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 yang damai,” pungkasnya.

Namun apa yang di sampaikan oleh Caleg PDIP Dapil 2 Lombok Timur ini berbanding terbalik dengan aksi yang di gelar di depan Kantor Gubernur NTB. Ketika seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait sedang gencar – gencarnya Deklarasi Damai Pilpres 2019, koalisi ini malah menolak kehadiran Neno Warisman yang merupakan Wakil BPN Prabowo – Sandi untuk bertemu dengan semua relawan di NTB.

Di satu sisi, sebagian masyarakat yakni Rizal yang ditemui di tempat aksi menyesalkan atas aksi penolakan tersebut, menurutnya aksi yang dilakukan oleh KCD mencederai demokrasi di NTB.

“Justru dengan demo tolak orang yang datang ke NTB itu adalah sikap yang tidak terpuji dan tercela,” ucapnya.

Di tempat terpisah Ketua DPW Rampas, Achmad Sahib mengingatkan peserta aksi untuk tidak mempertontonkan kekonyolan dan kebodohan. Menurutnya, tingkat intelektual masyarakat NTB sudah cerdas dan kritis karena sudah belajar dari tipu muslihat pemimpin.

“Konyol dan mempertontonkan kepanikan, jangan pertontonkan kebodohanlah. Tingkat intelektual warga NTB makin cerdas dan kritis karena sudah belajar dari tipu muslihat pemimpin yang berselubung dibalik surban, maka hari ini Rakyat NTB yang mayoritas Islam Faham mana tokoh yang layak jadi Panutan dan mana yang cuma untuk sahwat ambisi”, tegasnya.

Iapun menambahkan, mayoritas masyarakat NTB ikut hasil Ijtima Ulama.

“Dan kenyataan bahwa warga NTB ikut Ijtima Ulama yang menjadi Panutan dan itulah pilihan”, pungkasnya.

Menghadang Tim Pemenangan Prabowo Sandi Di NTB, sama dengan pertontonkan diri menjadi nyamuk yang dikasihani tidak ditepuk. Karena mereka yang berupaya menolak, paling juga para penghisap bayaran yang biasa kejar nasi bungkus atau upah teriak.

“Tidak ada yang akan mampu membendung perolehan Suara Prabowo Sandi di NTB pada Pilpres 2018. Sekuat apapun arus atau Gelombang teriakan kemenangan lawan, itu hanyalah teriakan Katak dalam tempurung… Ingat …!!!!
#2019Prabowo- Sandi Presiden RI”, tutup pria yang akrab di panggil sahib.

Sementara itu, gelombang kecaman Netizen di Facebook terhadap aksi tidak terpuji Koalisi Cinta Damai terus bersahutan. Bahkan mereka mengancam akan melakukan aksi yang sama apabila Tim Pemenangan Jokowi – Amin masuk ke wilayah NTB. (alva)

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed