oleh

Desa Wedusan Probolinggo Berbenah Melalui TMMD 102

Probolinggo Oposisi , – (28/5) Warga desa Wedusan siap berbenah dan menghilangkan wacana desa tertinggal. Bukan karena mendekati hari raya Desa Wedusan Kecamatan Tiris yang terbayangkan adalah akan menerima gepokan rupiah.

Atau, berbagai bingkisan yang mewah dan bermerk. Namun, lambat laun dan pasti bingkisan itu akan tiba pada waktunya dan sedikit demi sedikit sudah bisa dirasakan. Apakah itu ? Pembangunan jalan akses masyarakatnya dan terhubungkan juga dengan akses ekonomi masyarakat desa, yaitu pasar.

Sedikit demi sedikit pembangunan jalan

Makin hari makin bertambah ruas jalan yang berhasil dibangun. Terasa melelahkan bila melihat waktu pengerjaan yang setiap hari. Tidak kurang antara 50 sampai dengan 100 meter mampu dikerjakan tergantung tekstur jalan yang dilalui sebagai dasarnya.

“Tekstur yang kurang pas akan dirapikan terlebih dahulu sehingga nyaman bagi pengguna saat melintasi jalan ini”, sergah Perwira berpangkat Kapten yang saat itu bertugas menjadi pengawas bernama Asmawi.

Masyarakat bekerja bersama personel Koramil Tiris dan perbantuan dari Koramil Krucil bahwa kelelahan yang sedang dan akan dirasakan hanya kurang lebih 60 hari sedangkan apa yang dirasakan oleh seluruh warga adalah sepanjang jalan itu baik.

Tentunya kedepan seluruhnya ada andil untuk merasa saling memiliki dan menjaga sehingga keterawatan bangunan fisik yang dikerjakan ini memiliki nilai positif dan “tahan lama”.

Tidak Cukup disitu ? Rumah warga yang sudah tidak layak akan direnovasi dan tempat ibadah turut terimbas. Keinginan pasti akan melampaui dari batas kemampuan.

Apa yang bisa dikerjakan melalui kegiatan Pra TMMD dan dilanjutkan pada TMMD di bulan Juli adalah apa yang dikerjakan saat ini merupakan stimulan bagi masyarakat bahwa semua komponen masyarakat tidak boleh stagnan berhenti atas keadaan menyikapi perkembangan zaman.

Juga, merangsang untuk saling peduli sebagai anak bangsa terhadap sesama dalam memajukan wilayahnya. Dengan kita awali dari desa Wedusan dan harus berlanjut pada desa-desa yang lain. (anis)

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed