oleh

DI DUGA NYOPET DANA BAZNAS DAN PIP KEPALA SEKOLAH SDN PITU II KLABAKAN KEMBALIKAN

“ TRIO SUDASO . KS SDN PITU II AKUI KESALAHAN-NYA LAKUKAN PEMOTONGAN PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) DAN BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL ( BAZNAS ) TANPA KORDINASI ORANG TUA SISWA DAN KOMITE SEMUA DILAKUKAN HANYA TERFOKUS PADA KEBIJAKAN KEPALA SEKOLAH “

SOIALISASI PROGRAM SEKOLAH , SDN PITU II . SABTU 13/10/2018

 NGAWI BERITAOPOSISI.CO.ID -. Acara rutin Komite sekolah dengan melibatkan semua orang tua Siswa yang di kemas ‘ SOSIALISASI PROGRAM SEKOLAH ‘ di SDN PITU II , Dusun Gunungrambut , Desa Pitu , Kecamatan Pitu , Kabupaten Ngawi berubah menjadi ajang protes wali murid dan Komite yang di tunjukan pada Trio Sudaso .KS.SDN PITU II . Sabtu , 13/10/2018.

Sosialisasi Program Sekolah yang baru berjalan kurang lebih 30 menit menempati 2 ruang kelas diharapkan di pahami wali murid , sontak berubah menjadi ajang interupsi wali murid dan komite yang di alamatkan pada Trio Sudaso Kepala Sekolah terkaid pemotongan Baznas dan PIP yang di lakukan-nya .

Bahkan dalam forum komite yang di hadiri 57 wali murid . Ngatiyo . Ketua Komite mengatakan , “ Tolong saya di beri tahu tugas, kewenangan dan kwajiban saya selaku komite SD ini , pak Kepala Sekolah “. Dengan raut wajah kesal Komite meninggalkan acara yang belum selesai “ Malas saya mengikuti acara ini , ribet “, ujarnya.

57 WALI MURID SDN PITU II , KONDISI MEMANAS

Kondisi semakin memanas ketika perwakilan wali murid menayakan dan meminta dana PIP dan Baznas untuk di kembalikan , “ Saya mohon bapak Kepala Sekolah mengembalikan pemotongan PIP sebesar Rp 50 ribu / penerima dan tabungan siswa Rp 200 ribu/penerima untuk kami tabung melalui guru kelas masing-masing “Ujar salah satu wali murid

Kawatir kondisi semakin ceos , Trio Sudaso hari itu juga memutuskan mengembalikan dana dari 43 siswa penerima PIP yang di potong Rp 50 ribu / penerima secara langsung , untuk tabungan sebesar Rp 200 ribu / penerima akan di berikan di kemudian hari .

Pada beritaoposisi , Trio Sudaso menegaskan “ Untuk PIP saya bersedia mengembalikan , untuk yang Rp 50 ribu hari ini juga akan saya kembalikan pada yang berhak menerima , sedang untuk dana tabungan siswa sebesar Rp 200 ribu / penerima akan saya kembalikan setelah saya menerima sertifikasi karena gaji saya sudah habis , min “

“ Sebenarnya dana itu bukan untuk tabungan atau saya pergunakan pribadi tapi guna menutupi anggaran kebutuhan sekolah karena keterlambatan bos.” Imbuhnya

Di singgung adanya pemotongan dana Baznas , Trio Sudaso membenarkan , “ Untuk baznas sekolah mendapat kuota 5 anak. Karena anak yang memenuhi syarat menerima Baznas 2 anak yatim piatu saya menambah 3 anak untuk memenuhi kuota . dan untuk 5 anak penerima Baznas yang seharusnya Rp 300 ribu/ siswa saya terimakan Rp 100 ribu / siswa  , sisa dana saya belikan buku untuk semua siswa dan itupun tanpa sepengetahuan wali murid dan itu kesalahan saya “.

Kenapa hal itu di lakukannya , apakah tidak masuk Mark-up ? Trio Sudaso menegaskan , ” Untuk pemenuhan kuota “.

Saat di konfirmasi lebih jauh terkait permasalahan pemotongan PIP dan Baznas dan indikasi pengembalian dana yang sudah terlanjur di lakukan Trio Sudaso menegaskan , “ Sebenarnya permasalahan ini sudah di ketahui UPTD pitu dan KUPT Dindik Kecamatan Pitu menyuruh untuk mengembalikan dan hari ini saya kembalikan “.

Lain halnya ketika Beritaoposisi coba mengkonfirmasikan kebenaran pemotongan Baznas pada guru pendamping siswa penerima Baznas , “ Benar , SDN Pitu II menerima Baznas untuk lima siswa sesuai kuota , namun yang menerima di panggung saat pembagian Baznas hanya dua siswa . uang itu di minta Kepala Sekolah di jalan saat pulang , soal di kembalikan berapa ke siswa saya tidak mengetahui totalnya BB ( Bersambung . BACA JUGA * TRIO SUDASO.KS SDN PITU II TERABKAN ADMINITRASI TUKANG CUKUR DALAM PENGELOLAAN BOS – KS SDN PITU II SIAP BOYONG ASET SEKOLAH YANG BERASAL DARI KOCEKNYA , BUNTUT KASUS PIP** )

7Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed