oleh

Diduga Bukti Akta Jual Beli Di Dipalsukan, Ahli Waris Abdul Kodir Dilaporkan Ke Polda Jatim

-Hukrim-108 views

PASURUAN oposisi. co. Id- Setelah mendapatkan hasil putusan Pengadilan Negeri Bangil nomer 27 pdtg/2018/pnbil. yang menyebutkan bahwa majelis hakim menolak gugatan para penggugat (ahli waris Abdul Kodir) atas kasus sengketa tanah. Kini pihak tergugat (Musyarofah) berbalik membuat laporan dugaan pemalsuan dokumen berupa akta jual beli yang digunakan penggugat sebagai alat bukti dipersidangan.

Dengan Didampingi 4 kuasa hukumnya Musyarofah melaporkan Penggugat, yakni ahli waris Abdul Kodir CS yang berjumlah kurang lebih 10 orang ke Polda Jatim dengan nomer perkara LP/1548/XI/2018/UM.

Musyarofah memaparkan bahwa Kasus sengketa tanah itu muncul setelah ia diancam agar menyerahkan tanah. Padahal yang mempunyai hutang adalah almarhum bapaknya dengan menjaminkan petok D. Tetapi Anehnya, waktu pembuktian di persidangan muncul akta jual beli, sedangkan kami (Musyarofah) tidak pernah merasa menjual tanah.

“Saya dulu itu di ancam, saya disuruh menyerahkan tanah saya. Padahal bapak saya yang hutang dan menjaminkan petok D, bapak saya meninggal dunia, saya digugat dan muncul akta jual beli. Padahal kami tidak pernah menjual tanah itu, dan putusan pengadilan menolak gugatan penggugat. itu dasar kami juga melaporkan terlapor, untung saya ketemu pak adhy dharmawan. Pak adhy yang membantu saya,” Ujar Musyarofah.

Sementara itu, salah satu kuasa hukum Musyarofah, Adhy Dharmawan,SH,MH saat di konfirmasi Selasa 27/11/2018 mengatakan, dugaan Pemalsuan itu mengemuka karena alat bukti di persidangan menyebutkan bahwa nomer persil berbeda serta hasil keterangan saksi kelurahan maupun kecamatan.

“Akta jual beli itu kami duga dipalsukan. Sehingga kita buat LP, biar ditelusuri oleh rekan penyidik saja dan diputuskan oleh pengadilan. Apakah terlapor bersalah atau tidak. Yang jelas proses hukum tetap berjalan, dan terkapor harus mengikuti prosesnya,” Urai Adhy Dharmawan kepada awak media.

Ditempat terpisah rekan Adhy Dharmawan, SH,MH yaitu Muh. Rifai,SH mengiyakan laporan dibuat oleh Musyarofah didampingi 4 kuasa hukumnya.

“Ya , kami melaporkan 10 orang ahli waris Abdul Kodir, mereka menggunakan data berupa akta jual beli yang kami duga palsu, apalagi dokumen itu yang digunakan mereka sebagai alat bukti penggugat di pengadilan negeri bangil,” Pungkasnya. (Sol,Pi)

14Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed