oleh

Diduga Lalai Dalam Tugas, Kepala BPN Banyuwangi Memberikan Klarifikasinya

Banyuwangi Oposisi.co.id

Pada pemberitaan media sebelumnya Aktivis Banyuwangi Muhammad Helmi Rosyadi Ketua Aliansi Rakyat Miskin (ARM). Dikabarkan luruk Kantor BPN Banyuwangi karena menduga ada kelalaian petugas BPN dalam hal layananan pembuatan Sertifikat. Yang mana dikatakan oleh M. Helmi Rosyadi bahwa dirinya menerima pengaduan warga yang mengurus pembuatan Sertifikat selama 5 tahun lebih tidak selesai.

Menepis muatan berita media yang mungkin dirasa kurang pas tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi melalui Kasubsi Pemeliharaan Data Tanah dan PPAT (Ibnu Faizin,SH). Mengklarifikasi pemberitaan dibeberapa media saat dikonfirmasi di Kantor Pertanahan Banyuwangi Kamis 15/11/2018.

Kepada awak media Kepala Kantor Pertanahan Banyuwangi melalui Kasubsi Pemeliharaan Data Tanah dan PPAT (Ibnu Faizin, SH) menyampaikan.

” Bahwa telah terjadi mis komunikasi antara petugas loket penyerahan produk dengan pihak media yang menanyakan pengajuan sertipikat atas nama Mujina S Lamo tersebut. Sebenarnya setelah dilakukan pengecekan melalui Kegiatan Komputerisasi Pertanahan (KKP). Yang terjadi adalah sertipikat tersebut sudah selesai dan sudah diambil oleh yang bersangkutan melalui kuasanya, ” jelasnya.

Menambahkan keterangannya Kasubsi Pemeliharaan Data Tanah dan PPAT (Ibnu Faizin, SH). Sekilas paparkan tentang bagaimana pelayanan oleh petugas di Kantornya, dan menghimbau kepada masyarakat.

” Sebenarnya pelayanan di Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi sudah sesuai dengan Peraturan Kepala BPN No.1 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Pertanahan (SPPP). Dimana sepanjang tidak ada permasalahan dan kekurangan berkas, maka permohonan tersebut segera diselesaikan.
Pelayanan kami kepada masyarakat dilakukan secara profesional dengan dasar “First come first serve”. Yaitu yang datang lebih dahulu dilayani lebih dahulu. Namun demikian karena keterbatasan tenaga yang tidak seimbang dengan volume permohonan yang masuk. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap aktif selalu menanyakan kepada petugas kami bilamana permohonannya belum selesai dan akan diprioritaskan. Belum lagi Kantor kami tahun ini mendapat tugas menyelesaikan sertipikat masyarakat melalui PTSL sebanyak 53.000 bidang dengan tenaga 50 ASN dibantu 80 PTT. Dan Alhamdulillah berkat pertolongan Alloh SWT juga dukungan semua pihak, saat ini sudah 90 % selesai. Dan diharapkan sertipikat tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi dengan jalan diagunkan di Bank sebagai modal usaha serta mengurangi permasalahan tanah, ” paparnya.

Mengakhiri klarifikasinya Kasubsi Pemeliharaan Data Tanah dan PPAT (Ibnu Faizin, SH) sekali lagi menghimbau masyarakat melalui media. Meminta kepada masyarakat untuk tidak sungkan – sungkan menyampaikan informasi kepada petugas. Bila ada hal – hal yang dirasa kurang pas dan kurang puas dalam hal pelayanan di Kantor Pertanahan Banyuwangi. (rdy35/eta).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed