oleh

Diduga Pembangunan Dari Pemerintah Lemot, Warga Pusung Malang Probolinggo Lakukan Swadaya Bangun Jalan

Probolinggo Oposisi, – Kejengkelan warga terhadap kurangnya pemerataan pembangunan dari pemda Probolinggo membuat warga Dusun Pusung Malang dan Ngelohsari, Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, berharap pemerintah daerah memperhatikan infrastruktur di lingkungan mereka demi kelangsungan fasilitas infrastruktur, apalagi mengahadapi musim penghujan.

Meski demikian mereka tidak tinggal diam. Belum lama ini warga secara swadaya membangun jalan dusun dengan sistim rabat. Tak tanggung tanggung, dana yang mereka kumpulkan untuk pembangunan itu mencapai Rp 55 Juta lebih.

“Kami hanya ingin punya jalan mulus dan bagus, agar kami mudah menuju ke kota mengirim hasil bumi, demo meningkatkan taraf ekonomi warga”, kata Saihu warga setempat.

Menariknya, warga kompak tidak melibatkan Kepala Desa (kades) Sapikerep Suwandi, dalam pengerjaan proyek tersebut. Warga menyebutkan, sedang meminta Kades Suwandi, mempertanggungjawabkan dulu, dugaan penyalahgunaan anggaran beberapa proyek desa sebelum kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat.

“Pemerintah desa pernah membangun TPT/tembok pembatas tanah di dekat sekolah SD Ngelohsari, di tahun anggaran 2017 walaupun pengerjaan di tumpang tindihkan dikerjakan tahun 2018.

Dan itupun tidak terpasang prasastinya, juga di daerah Pusung Lepet ada pengerjaan pemasangan batu rencana proyek 500 meter namun masih di kerjakan 250 meter itupun baru terealisasi 220 meter saja. Karena itu kami ndak percaya pak kades” lanjut Saihu, kepada wartawan Sabtu (17/11/2018).

Dihubungi terpisah, perangkat Desa Sapikerep, Sukoco, membantah tudingan warga. Menurutnya pihak desa selalu menyelesaikan pembangunan infrastruktur dengan baik. “Ndak benar tuduhan warga itu,” katanya singkat.

Menanggapi persoalan tersebut, LSM Pijar Kaedilan melaui Prasojo, memastikan pihaknya berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, mengungkap kebocoran dana pembangunan desa.

“Masyarakat hanya ingin menikmati hasil dari pembayaran pajak. Wajar jika kami mewakili mereka mengadukan dugaan kebocoran anggaran pembangunan desa ke Kejaksaan,” kata Prasojo

“Seluruh isi pengaduan sudah kami susun. Bahkan warga juga sudah tanda tangan siap memberi kesaksian. Kalau tidak ada halangan Senin (19/11/2018) kami membuat laporan ke kejaksaan,” tutup Prasojo. (red)

5Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed