oleh

Dilaporkan Sebagai Penyebar Surat Palsu KPK Di Medsos, Inilah Jawaban TR

Blitar Oposisi, _  Kabag Hukum Pemerintah Kabupaten Blitar melaporkan dugaan tindak pidana menyiarkan atau memberitakan kebohongan melalui media sosial Facebook ke Polres Blitar, Selasa (16/10/2018).

Kasus surat palsu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pemanggilan pemeriksaan Bupati Blitar, Rijanto dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Blitar tersebut, pertama kali diunggah di akun Facebook TR, bahkan sampai viral sehingga menyebabkan kegaduhan di masyarakat dan para pejabat Pemkab Blitar.

Menanggapi laporan Kabag Hukum Pemkab Blitar ini, TR mengatakan, bahwa dirinya akan tetap mendorong agar kepolisian mengusut tuntas surat panggilan palsu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

“Aktor intelektual pembuat surat palsu itu harus ditangkap. Segera sita surat palsu tersebut, kan ada sidik jarinya ? Semoga polisi mampu membongkar semua konspirasi dibalik surat palsu tersebut,’ kata TR, Rabu (17/10/2018).

Lebih lanjut TR menandaskan, yang jelas, pihaknya akan hormati prosedur hukum yang berlaku. Bahkan dia mengaku tidak ada jahat atau bahkan sengaja merekayasa.

“Inshaallah, saya tidak ada niat jahat atau bahkan sengaja merekayasa. Bukankah beberapa pejabat Pemkab Blitar awalnya mengakui telah mendapat surat dari KPK ? Bukankah memang benar ada staff dinas PUPR Kab Blitar yang minta saran ke saya, dan menyampaikan, bahwa dia dan Bupati Blitar memang akan dipanggil KPK, Seniin 15 Oktober 2018 ? Bukankah awalnya kita semua tidak tahu bahwa surat itu palsu ? Jadi saya, merasa tidak pernah menyampaikan kabar bohong,” papar TR.

Dia meambahkan, kalaupun kasus ini melebar ke ranah hukum, tentunya harus si pelaku pembuat surat palsu itu yang harus diproses hukum.

“Menurut saya, kita semua itu korban dari surat palsu KPK tersebut,” pungkas TR. (Fajar AT)

9Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed