oleh

Direktur RSUD Dr Iskak Paparkan Konsep Kesehatan di Forum Internasional

Tulunagung Oposisi,  – Reformasi birokrasi dan mental pegawai menjadi kunci pelayanan kesehatan yang profesional dan berpihak pada rakyat. Hal itu disampaikan Dr. Supriyanto, Sp.B FINACS saat memaparkan konsep pemerataan kualitas layanan kesehatan di Forum Pelayanan Publik Internasional 2018.

Dr. Supriyanto mengatakan pelayanan kesehatan di Indonesia pada prinsipnya merupakan tanggung jawab negara sesuai pasal 28H ayat 1 UUD 1945. Artinya, masyarakat tak boleh lagi dibebani kemampuan menjangkau layanan kesehatan yang menjadi kebutuhan pokok manusia.

Pemaparan oleh Dirut RSUD dr Iskak

Sayangnya, upaya itu masih terganjal ketidaksinkronan pembuat kebijakan, penyelenggara pelayanan kesehatan, serta kelompok profesional kesehatan. Akibatnya, sebagian penyelenggara kesehatan memilih pasif dan tak melakukan apa-apa dengan dalih regulasi. “Ini yang tidak kami lakukan di Tulungagung,” kata Dr. Supriyanto saat menjadi pembicara di Jakarta Convention Centre.

Meski berstatus rumah sakit pemerintah, Dr. Supriyanto menggenjot kapasitas personilnya untuk melahirkan inovasi sebagai jalan tengah. Melalui manajemen ketat dan profesional, RSUD Dr. Iskak mampu menjamin akses pelayanan medis, baik jarak maupun pembiayaan. Hebatnya, rumah sakit plat merah ini juga tak lagi mengandalkan pembiayaan operasional dari pemerintah pusat dan daerah. “Kami sudah bisa membiayai kebutuhan sendiri, termasuk biaya pengobatan pasien miskin yang tak disubsidi pemerintah,” terang Dr. Supriyanto.

Pencapaian inilah yang menjadi alasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengundang Dr. Supriyanto menjadi pembicara di forum internasional itu. Forum tersebut diharapkan menjadi pembanding dan bahan pembelajaran instansi lain dalam mempercepat reformasi birokrasi.

Tak hanya menjadi pemateri, inovasi penanganan penyakit jantung yang diluncurkan RSUD Dr. Iskak Tulungagung turut menuai penghargaan di forum itu. Program Layanan Syndroma Koronaria Akut Tertintegrasi (Laskar) dinilai efektif dan strategis mengurangi dampak dari penyakit jantung koroner yang bisa merenggut nyawa penderitanya. Penghargaan ini diserahkan langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo. (ajt/pra)

4Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed