oleh

DISTRIBUTOR ARAK TERKENAL, TAK BERKUTIK DI GREBEG WALIKOTA PROBOLINGGO

Probolinggo, Oposisi.co.id , _ (2 Maret 2019) Hujan deras tidak menjadikan alasan Walikota baru Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, untuk melakukan giat pemberantasan miras di salah satu rumah penjual miras terbesar di kota probolinggo (1/3/2019)

Walikota Probolingho Habib Hadi Zaenal Abidin, saat menuju lokasi penggrebekan Miras 

Adalah edi yang kemudian dikenal dengan sebutan “bebek” si juragan arak dan miras oplosan. “Edi bebek” merupakan warga kampung Keles Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan, timur lapas atau alun-alun kota Probolinggo.

Narasumber dari Satpol PP menjelaskan bahwa acara grebeg tersebut tidak melibatkan pengawalan personil dalam jumlah besar. Sekitar 12 Satpol PP beserta Kasatpol PP dan 3 anggota Sub Den Pom V/3-1 Probolinggo.

Agar tidak terjadi kebocoran informasi, personil di arahkan untuk melakukan razia preman pemalak di seputar stasiun kereta api. Dan Walikota meluncur ke sasaran seorang diri dengan menggunakan sepeda motor Matic dan berpakaian lengan panjang serta bersarungan saja.

Sekitar jam 22.45 wib, dalam kondisi hujan deras penggrebekan di laksanakan. Para personil di perintahkan untuk cepat bergeser menuju sasaran penjual arak dikampung keles.

Hasilnya di sita 36 botol arak volume 1,5 liter dan 55 botol bir. Kemungkinan barang sitaan tersebut merupakan sisa penjualan sehari itu. Dan di duga Edi Bebek mampu menjual 3x lipat dari jumlah hasil sitaan tersebut dalam seharinya.

Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin bersama Satpol PP saat lakukan penggrebekan Miras di tempat Edi Bebek

Semisal perharinya mampu menjual 50 botol arak, dalam sebulannya bisa mencapai 1500 botol trus di kalikan dengan volume 1,5 liter menjadi 2.250 liter arak.

Belum lagi minuman oplosannya dan birnya. Seandainya perbotolnya seharga 50 ribu dan di kalikan dengan 1.500 botol maka di dapat angka 75 jt. Itu jika menjual 50 botol per harinya.

Walikota Habib Hadi menyampaikan perlu penindakan kepada penjual miras terutama arak. Apalagi sangat sering di konsumsi oleh anak usia sekolah dan remaja yang bisa di konsumsi dengan kopi dan variasi lainnya baik di warung kopi mau pun di tempat lesehan.

“Kita semua harus cepat tanggap jangan sampai ada lagi anak-anak yang terkena miras oplosan. Dan penjual yang di kampung keles itu ada miras oplosannya yang tidak di ketahui kadar dosisnya dan itu sangat membahayakan,” ...jelas Habib Hadi. (agg)

 

#walikota probolinggo

#grebek arak

#kota probolinggo

5Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed