oleh

DLH Kota Probolinggo Berikan Pencerahan Bahaya Limbah Plastik

Probolinggo Beritaoposisi.co.id, _Perhatian Pemkot Probolinggo melalui DLH dengan penggunaan plastik yang pada akhirnya  menimbulkan sampah yang tidak bisa terurai oleh alam dan cenderung dapat meracuni tanah, membuat Pemerintah melakukan berbagai terobosan termasuk mensosialisasikan Perwali nomor 79 tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dilingkungan masyarakat.

Hal ini terlihat saat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Probolinggo mengadakan kegiatan sosialisasi terkait hal tersebut, Kamis (20/6).

Kegiatan yang dilangsungkan diaula DLH setempat ini dihadiri oleh para pelaku usaha mulai dari mereka yang berkecimpung dalam usaha makanan, perusahaan, perbankan hingga para pegiat lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup ((DLH) kota Probolinggo, Ir Budi Krisyanto M.Si dalam sambutan sekalaigus membuka dan memberikan pengantar dalam kegiatan tersebut mengatakan penggunaan kantong plastik yang selama ini banyak dilakukan oleh masyarakat sebagai sarana membungkus kebutuhan saat beraktifitas perlu mendapat perhatian serius, terkait limbah yang dihasilkan oleh benda terebut.

“Tema laingkungan hidup tahun ini Biru Langitku, Hijau Bumiku, Teduh Hatiku, Jernih Pikirank,, merupakan tema yang sangat mengena dan untuk mengatasi masalah ini, kita harus berpikir jernih dan bisa mencari solusi tepat dalam mengatasinya.”Ujar pria yang akrab disapa Budi Kris ini.

Heru Margiyanto Hadi, Kabid Bidang Tata dan Penataan DLH kota Probolinggo mengatakan bahwa tujuan sosialisasi Peraturan Walikota Probolinggo Nomor 79 Tahun 2019 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik, “Kegiatan ini dilatarbelakangi bahwa Indonesia merupakan Negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua didunia.

Untuk itu kita sengaja mengundang para pelaku usaha, pebisnis dan penggiat lingkungan dengan harapan semua elemen masyarakat dikota Probolinggo ini bisa paham dampak yang terjadi ketika penggunaan kantong plastik ini yang tidak terkendali yang tentunya akan mempunyai dampak negatif.”Ujarnya.

Heru juga menjelaskan dengan adanya kesadaran dari masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik ini, tentunya grade image bahwa Indonesia merupakan Negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua, lambat laun akan berkurang.

Terkait aktifitas masyarakat yang peduli lingkungan dikota Probolinggo ini, Heru mengatakan secara periodic memantau dan memberikan arahan dan khusus bagi warga yang beraktifitas dengan memanfaatkan barang bekas atau daur ulang untuk dijadikan barang berharga.

“Semua akan kita fasilitasi dengan mengikutsertakan mereka dalam berbagai pameran yang bertajuk penggunaan daur ulang barang bekas dihapir setiap kota di Jawa Timur ini.”Ujar Heru.

Lina Purwanidya, staf DLH kota Probolinggo selaku narasumber dalam kegiatan tersebut saat diwawancarai mengatakan kegiatan tersebut sebagai bentuk response dan kepedulian DLH pada lingkungan dengan cara berinteraksi secara langsung dengan warga pelaku usaha. Plastik secara global merupakan bahan berbahaya  yang kita tahu bahan ini tidak bisa diurai oleh alam dan suatu saat akan berbahaya bagi manusia dan ekosistem.

Untuk itu kami sosialisasikan pengurangan penggunaan kantong plastik ini pada pelaku usaha dan berharap mereka paham dan mau mencari solusi lain selain penggunaan bahan plastik tersebut diantaranya menggunakan atau mengganti gelas dengan bahan  kertas atau bamboo termasuk sedotan yang menggunakan bahan tidak dari plastic. Kiita bersama sama untuk memikirkan kelangsungan dari kehidupan dibumi ini.”Ujarnya. (Wnt)

 

 

#limbah plastik,

#dlh kota probolinggo,

#daur ulang

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

  1. kalo tempat rt saya gak da yang ngambil sampah terus saya harus gimana??? Masa saya harus numpang di tempat sampah orang laen kalo tempat sampah di alun alun di bersihkan

News Feed