oleh

Dua Pasar Rakyat di Kab.Probolinggo Diresmikan

Beritaoposisi.co.id Probolinggo, _ (10/03/19) Dalam satu hari, dua pasar Rakyat tradisional di kab. Probolinggo Jawa Timur telah di resmikan, diantaranya Pasar Bantaran kec. Bantaran dan pasar Banyuanyar Kec. Banyuanyar.

Peresmian Pasar Rakyat di hadiri Oleh Anggota DPR RI Komisi VIII Drs. H. Hasan Aminuddin Msi. dan kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kab. Probolinggo Ir. H. Mahbub Zunaidi beserta jajarannya.

Pemotongan pita pertanda pasar sudah diresmikan

Peresmian di awali dengan pengguntiangan Pita oleh Drs.H.Hasan Aminuddin.

Dalam pesannya Hasan Aminuddin kepada para pedagang yang nantinya akan menempati, agar supaya para pedagang turut menjaga dan melestarikannya baik dari segi fasilitas yang ada maupun kebersihan dan ikut merasa memiliki pasar.

Dalam Tausiyahnya Drs.H.Hasan Aminuddin, Msi. juga berpesan kepada semua pedagang agar juga tidak lalai dalam tanggung jawab sebagai makhluk beragama dan sebagai hamba Tuhan dalam menjalankan ibadahnya “SHOLAT” di sela menjalankan aktivitas.

Tidak sampai pada revitalisasi pasar di sejumplah titik itu saja. Drs. H. Hasan Aminuddin bersama Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, SE.

Melalui Hasan Aminuddin juga berkeinginan untuk membangun pasar baru yang nantinya akan di tempatkan di sekitar Area Tegalsiwalan manakala hal tersebut mendapat dukungan dari Masyarakat dan Gubernur Jawa Timur.

Berdasarkan dari pantauan Awak media oposisi.co.id Desa Tegalsiwalan terletak antara persimpangan Jalan raya Provinsi arah Surabaya-Jember Dan jalan raya Kabupaten Tegalsiwalan-Maron.

Sebelumnya, Presiden Jokowi sangat mengharapkan revitalisasi pasar rakyat bisa bermanfaat bagi kehidupan banyak orang dan mengerakkan ekonomi daerah dan meningkatkan ekonomi kerakyatan. Persoalan-persoalan terkait konflik kepentingan, alih lahan, tekanan PAD (penerimaan asli daerah) atau redistribusi pajak pasti bisa diselesaikan dengan baik bila semua memahami tujuan program revitaliasi.

Persoalan di lapangan seperti pedagang yang menolak di relokasi bisa dicegah sejak awal bila penentuan lokasi baru oleh Pemda dimusyawarahkan lebih dahulu dan dengan pertimbangan yang matang. Lokasi pasar-pasar baru sebaiknya memang tidak di daerah yang terlalu terpencil sehingga menyulitkan pedagang. Dengan komunikasi yang baik pasti ada titik temu yang akan mempercepat sukses program revitalisasi pasar. (Wnt)

 

#revitalisasi pasar

#peresmian pasar

#tegalsiwalan

360Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed