oleh

Dugaan Mallpraktek Terhadap Pasien Hamimah Probolinggo

Probolinggo Oposisi, _  Kepastian rawat inap yang di derita pasien, Hamimah (45) warga Arsongo kecamatan Kuripan kabupaten Probolinggo. Dengan sakit yang dideritanya untuk memperoleh pengobatan. Namun banyak kejanggalan dalam penanganan medis yang dilakukan oleh tim Medis dari RSUD dr. Moch Saleh kota probolinggo. Kronologis perjalanan medis  Hamimah sakit, Tanggal 21/11 Hamimah mengalami pendarahan,  lalu tanggal 28/11 periksa di rumah sakit Siti Aisyah hanya melakukan pemeriksaan saja.

Lanjut Senin 3/12 melakukan  USG  di RSUD dr. Moch Saleh kota Probolinggo. Selasa 4/12 ambil hasil pemeriksaan, dan  langsung rawat inap di RSUD Kota probolinggo  atas  rujukan dr Mr Spesialis radiologi ( radiologis). 05/12 sekitar jam 14.00 WIB sore masuk ke ruang operasi.

RSUD dr. Moch Saleh Kota Probolinggo

Hasil informasi RSUD dr Moch Saleh Kota probolinggo belum mempunyai alat untuk mengangkat tumor. Dengan kejadian pasien Hamimah yang di prediksi melalui USG ternyata banyak dugaan analisa dokter salah analisa. Pasien dengan tindakan bedah tanpa ada tindak lajut untuk operasi pengangkatan penyakit tumornya.

Saat di konfirmasi via telp dr Mr menjelaskan hasil USG tidak sesuai dengan fisik pasien saat dibedah, ternyata tumor ganas dan melekat pada organ tubuh, kita tidak mau mengambil resiko jika dipaksakan akan mencidrai organ tubuh yang lain”, tegasnya

Drg. Rubiyati M. Mkes PLT direktur RSUD dr Moch Saleh Kota Probolinggo via telpon mengatakan, “ kami sedang ada workshop di Surabaya, untuk pasien ibu Hamimah belum tahu, dan akan berkoordinasi dengan dokter yang menanganinya, dan kemungkinan pulang Probolinggo besok”, tegas PLT Dir RSUD.

Pasien Hamimah dengan menggunakan fasilitas BPJS kesehatan,  dan berada di ruang melati hingga sakit ini masih mengalami kesakitan dari hasil bedah.

Melihat perjalanan pelayanan pasien bu Hamimah, keteledoran atau kurang sigap dalam melayani pasien. Banyak dugaan kuat terjadi Mallpraktek pada pasien Hamimah.

Kejadian ini juga disikapi oleh pegiat LSM Elang Putih , Hamzah selaku ketua Elang Putih menjelaskan, ” sangat disayangkan analisa medis salah, kurang signifikan hingga mencederai pasien Hamimah, harusnya pihak RSUD melalui dokter spesialisnya memberikan solusi langkah berikutnya, bukan suatu alasan jika tumor yang diderita pasien ganas dan melekat begitu sudah di bedah ditutup lagi, kalaupun tidak ada sarana alat kan bisa di rujuk ke RSUD Provinsi, ini sudah salah satu keteledoran atau mallpraktek yang di lakukan dr Mr, kami atas nama pasien dan LSM Elang putih akan mengawal terus proses medis ibu Hamimah untuk mendapatkan pelayanan yang selayaknya”,  geram Hamzah    (red/anis)

17Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed