oleh

Dugaan Pungli, Program PTSL di Desa Pulo dan Ngladeyan Kec. Kedungtuban Blora

Blora Oposisi, _ Carut marut beranekanya nominal pungutan yang terjadi di program PTSL di 2 desa di kecamatan Kedungtuban Blora. Sesuai hasil investigasi Oposisi menemukan di desa Pulo kecamatan Kedungtuban dengan nominal Rp 300.000,- per bidang, sedangkan di desa Nglandeyan kec. Kedungtuban dengan nominal Rp 450.000,-. Dengan beranekanya nominal membuat masyarakat bingung mana yang benar (13/10/18).

Biaya tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Bersama ,Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional,Menteri Dalam Negeri,dan Menteri Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi ,Nomor : 25 / SKP / V / 2017, Nomor : 596-3167A Tahun 2017 , Nomor : 34 Tahun 2017 ,tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah  Sistematis, dalam keputusan bersama ketiga Menteri tersebut untuk wilayah Kategori V ( JAWA dan BALI ) sebesar Rp 150.000,-. Panitia tersebut mendasar dan mengacu aturan darimana hingga berani menarik pungutan lebih dari Rp 150.000,- kepada pemohon.

“saya sangat kecewa dengan panita PTSL di desa Ngladeyan, karena kami pemohon harus membayar Rp 450.000,-“ salah satu pemohon yang enggan disebut namanya. Begitu juga dengan pemohon dari desa Pulo juga kecewa.

“ ini sudah menyalahi aturan, dengan pungutan lebih. Mengacu SKB 3 mentri itu sudah harga mati dengan penarikan Rp 150.000,- dan selebihnya Pungli”  , Ujar Praktisi Hukum Sungkono SH. (sal)

17Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed