oleh

Emak Emak Pasar Induk Cepu Tidak Setuju Ada Pengerahan Massa

Blora beritaoposisi.co.id, _ Pedagang pasar induk Cepu diantaranya emak emak tidak menyetujui jika nantinya ada pengerahan massa ke Mahkamah Konstitusi terkait gugatan hasil pemilihan presiden 2019.

Menurut Siti Masrofah (45 th), sebagai pedagang dirinya tidak tahu menahu urusan politik di tingkat pusat. Tapi secara pribadi, dirinya tidak setuju jika nantinya ada pengerahan massa ke MK.

“Presidennya siapa saja saya manut.Tapi kami tidak setuju jika ada pengerahan massa,” ujar Siti Masropah saat ditemui wartawan, Selasa (11/6) petang.

Pedagang nasi pecel yang tinggal di Kelurahan Tambakromo Kecamatan Cepu tersebut menegaskan, dirinya juga tidak senang jika terjadi kerusuhan.

“Jelas tidak setuju. Kami mendukung kinerja TNI dan Polri untuk menjaga keamanan. Apapun hasil keputusan sidang MK,kami manut,” imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan Yuli Astuti (36th) pedagang kopi di pasar induk Cepu.

Menurut ibu tiga anak tersebut, dirinya tidak menginginkan ada pengerahan massa yang bisa mengakibatkan kerusuhan. Apapun hasil keputusan MK, sebagai pedagang, siapapun presidennya dirinya akan tetap berjualan kopi.

“Saya tidak setuju ada pengerahan massa. Kami mempercayakan kepada polisi dan TNI untuk menjaga keamanan dan kedamaian. Apapun hasil keputusan sidang MK kami menerima. Ini semua demi NKRI,” ujar Yuli Astuti warga Kelurahan Balun saat ditemui wartawan di warungnya, selasa (11/6). (SAL)

 

 

#emak emak cepu,

#pengerahan massa

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed