oleh

Gelar Budaya & Tradisi Adat Tumpeng Suro Bersih Desa Kemendung

-Budaya-83 views

Banyuwangi Oposisi,

Tahun Baru Islam 1440 H yang jatuh pada bulan Muharam atau yang lebih dikenal dengan sebutan bulan Suro. Dirayakan dengan ragam cara oleh ummat muslim di Banyuwangi. Ada yang pakai istilah adat Grebeg Suro Kepundungan dan Cluring, Kebo – Keboan Alasmalang, Keboan Aliyan dan lain – lain.

Namun dari semua cara adat tersebut ada satu kegiatan ritual adat yang sama dan pasti dilakukan yaitu yang disebut selamatan ” Bersih Deso “. Salah satunya yang sejak Minggu 30/9/2018 sampai hari ini Selasa 2/10/2018 dilakukan oleh warga Desa Kemendung Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Konon ceritanya ritual selamatan ” Bersih Deso ” sudah secara turun – temurun dilakukan di Desa Kemendung itu.

Selain dalam rangka rayakan Tahun Baru Islam, ritual adat selamatan ” Bersih Deso “ sebagai bentuk wujud rasa sukur kepada Tuhan YME atas segala nikmat yang diterimanya pada tahun sebelumnya. Dan jadi sarana atau media untuk menyampaikan doa permohonan agar dijauhkan dari mara bahaya, dan permohonan kemulyaan yang lain di tahun berikutnya.

Menurut sumber info, pemrakarsa kegiatan desa kali ini adalah Iriyanro, SH (mas ir) salah satu anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi PDI Perjuangan. Bersinergi dengan Pemerintah Desa, Tokoh Adat, dan Tokoh Masyarakat. Dalam konfirmasinya kepada media Iriyanto (mas ir) menuturkan.

” Acara Bersih Desa ini sudah turun – temurun kami lakukan mas, selain dalam rangka rayakan¬† Tahun Baru Islam, juga sebagai media permohonan kepada Tuhan YME bersyukur atas pemberian kenikmatan yang selama ini kami dan warga Kemendung rasakan. Harapan kami dari kegiatan adat ini juga jadi media pemersatu ummat, media pemahaman betapa indahnya hidup rukun dalam keberagaman. Dari keinginan bersama, guyup rukun seperti inilah jiwa nasionalisme itu lahir, artinya kami katakan betapa indahnya nasionalisme itu sebenarnya mas, ” tuturnya usai mengikuti kirab (keliling desa) bersama warga Kemendung.

Ditambahkan oleh Iriyanto anggota DPR yang dikenal sangat merakyat itu oleh warga Kemendung. Bahwa adalah hal yang wajar bila warga Kemendung mensyukuri nikmat dan keberhasilan pembangunan di desanya melalui ritual adat tersebut.

” Wajar mas bila saya dan warga Kemendung semua hari ini melalui ritual adat bersih desa juga mensyukuri atas segala nikmat terutama keberhasilan pembangunan di desa selama ini. Semua itu berkat kerja keras warga bersinergi dengan Pemerintah Desa, dan saya selaku wakilnya di DPRD membantu sebagai penyambung lidah warga Kemendung menyampaikan aspirasi dan keinginannya. Dan bagi saya itu semua adalah kewajiban untuk memperjuangkannya, ” imbuhnya.

Pantauan media acara ritual ” Bersih Deso ” dalam rangkaian ritualnya membuat tumpeng ukuran jumbo setinggi 3,5 m dan berdiameter 2,5 m dibawa¬† keliling Desa beramai – ramai. Warga yang mengikuti kirab keliling Desa semua mengenakan busana adat jawa ala Kraton Yogyakarta.

Karena kegiatan tersebut bisa dibilang adalah pesta rakyat, agar kesan kemeriahannya kental dan membuat warga Kemendung senang. Penyelenggara suguhkan hiburan rakyat oleh warga Kemendung dan pementasan Wayang Kulit semalam suntuk. Yang mana menurut Iriyanto, SH (mas ir) setelah rangkaian ritual yang meliputi tumpengan, ubeng deso (keliling desa) dan lain -lain diakhiri dengan acara ruwatan yang prosesinya melalui pagelaran Wayang Kulit nanti malam. (rdy35).

5Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed