oleh

Gerakan Media Bermartabat, Independen, Tolak Hoax, Fitnah, Kampanye Hitam Dan Politisasi SARA

Banyuwangi beritaposisi.co.id , _ Dalam rangka dukungan Pemerintah Daerah mensukseskan Pemilu 2019, melaui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Bakesbangpol ) Kab. Banyuwangi. Gelar acara dengan tema ” Gerakan Media Bermartabat Dan Independen, Tolak Berita Hoax, Fitnah, Kampanye Hitam, Dan Politisasi SARA “.

Dihadirkan dalam acara tersebut, wartawan dari lintas media dan momunitas radio juga media Televisi. Dan beberapa narasumber diantaranya dari unssur Kepolisian Polres Banyuwangi oleh Paurhumas Ipda Lita Kurniawan, S.Sos, Kasi Intel Kejaksaan Bagus, Hasyim Wahid anggota Bawaslu, dan Firdaus dari PERADI.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangasaa Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi oleh Perwakilan media Dedy dari Radar Banyuwangi, dan diikuti serentak oleh hadirin tamu undangan.

Acara berjalan dengan penuh kebersamaan

Usai acara Pembukaan, selaku penyelenggara acara Ka. Bakesbapol Bayuwangi yang dalam hal ini diwakili oleh Ka. Bidang Politik Adnan Kohar, M.Pd. MenyampIkan kata penyambutan dan sambutan yang diawali dengan salam penghormatan dan ucapan terima kasih atas kehadirin undangan. Kohar menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ka. Bakesbanhpol sehubungan denga tugasnya hadiri salah satu acara lain.

” Era digital saat ini sangat dinamis sekali, untuk itu kami berharap melalui teman – teman media bagaimana mencipatkan suksesnya Pemilu di Banyuwangi utamanya. Karena apa, Pemilu yang akan kita laksanakan di tahun ini begitu rumit, ” ucap Kabid. Politik Bakesbangpol Adnan Kohar.

Berikut kesempatan pertama diberikan kepada narasumber dari unsur Kepolisian Polres Banyuwangi yang dalam hal ini disampaikan oleh IPDA LITA KURNIAWAN, S.Sos Paurhumas Polres Banyuwangi untum menyampaikan materinya.

IPDA LITA KURNIAWAN, S.Sos memaparkan materi tentang ” Dampak Media Sosial Bagi Pengguna Internet, Dikaikan Dengan Undang – Undang ITE “. Secara rinci IPDA LITA urai dampak medsos yaitu baik dampak positif maupun dampak negatifnya. Dipaparkan juga beberapa prilaku yang masuk dalam unsur – usur undang – undang ITE. Diurai juga tentang mengapa Hoax berkembang, 4 aspek Hoax, alasan meneruskan Hoax. Yang pada akhir paparannya ditutup dengan sebuah penyampaian ” Berita HOAX diciptakan oleh orang PINTAR tapi JAHAT, Dan disebarkan oleh Orang BAIK tapi BODOH.

Kemudian Bagus Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi karena memang masih baru awali paparannya dengan perkenalkan dirinya. Yang mana ternyata Kasi Intel Bagus adalah putra daerah Banyuwangi. Selain menyampaikan materi secar detail, Kasi Intel Bagus mengajak insan media lebih profesional dan saling terbuka. Bahkan untuk membangun sinergi lebih baik dengan insan media, Kasi Intel Bagus berencana akan adakan acara pertemuan rutin yang disebutnya dengan istilah ” gesah bareng ” dengan harapan saling bertukar pikiran dan berbagi informasi.

Hasyim Wahid Ketua Panwaslu Kabupaten Banyuwangi memberikan paparan sekalian penjelasan tentang peran serta Media dalam masa Kampanye di Pemilu 2019. Materi yang disampaikan oleh Hasyim Wahid adalah Pengawasan Kampanye di Media Masa yang mana Media mulai tanggal 24 Maret sampai dengan 13 April boleh menerima Iklan dari Caleg atau Pasangan Calon, yang tentunya harus mengacu pada rambu – rambu yang ditentukan oleh KP.

” Bapak ibu sekalian karena ini sudah memasuki masa kampanye di media masa dan dasar hukum. Dalam Kampanye di Media masa asalkan Melalui beberapa tatacara dan aturan teknis yang harus ditaati. Jika terjadi pelanggaran Iklan kampanye di Kabupaten yang sudah cukup unsur unsur pelanggaranya, maka itu menjadi kewenangan dari Pusat dalam hal ini Provinsi Melalui Tim “Gugus Tugas ” (Bawaslu, KPU, KPI dan Dewan Pers), ” paparnya.

Lanjutnya, ” Perlu diketahui untuk Iklan Kampanye di media massa yang ditetapkan oleh KPU dibolehkan mulai tanggal 24 Maret sampai dengan 13 April 2019. Sedangkan dari tanggal 14 April sampai hari Pelaksanaan Pemilu tidak diperbolehkan memasuki  masa tenang. Untuk Peserta Pemilu itu ada Tiga diantaranya adalah Capres cawapres, Partai Politik dan DPD. Sedangkan untuk Caleg sudah menjadi bagian dari Partai Politik “.

Narasumber terkahir dari PERADI Firdaus dalam pemyampainnya bagaimana masyarakat sadar hukum guna mewujudkan Pemilu yang jujur dan bermartabat. Menurutnya media mainstrim bisa jadi salah satu penyebab beredarnya berita HOAX di media sosial. Disarankan kepada teman – teman media mengingatkan untuk taat hukum, lebih banyak membaca aturan – aturan terkait Pemilu. Sehingga terhindar dari HOAX dalam menyampaikan pemberitaan terkait Pemilu. (rdy35/eta).

 

#Paurhumas Ipda Lita Kurniawan, S.S

#hoax

#firdaus dari peradi

15Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed