oleh

Gintangan Masuk Dalam Agenda 99 Ivent Festival Banyuwangi 2019

Berita Oposisi.co.id

BANYUWANGI,_ Acara Gintangan Bamboo Festival 2019 Desa Gintangan Kec. Blimbingsari dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata MY. Bramuda, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Alip, Forpimka Kec. Blimbingsari, para SKPD, Panitia Kabupaten, Ketua HIPPA, tokoh masyarakat dan para pengunjung, serta para ibu ibu pelaku UMKM desa Gintangan.

Acara yang diawali dengan Doa bersama kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya serta Pertunjukan seni budaya tarian (Tari irik dan tari semi kolosal yang bernuasa perjuangan melawan VOC).

Tarian Irik

Rusdiana selaku Kepala Desa Gintangan dalam sambutanya lebih spesifik pada ucapan terimakasih kepada seluruh Panitia baik panitia Kabupaten, panitia Desa serta kepada masyarakat yang turut mendukung terciptanya acara. Sehingga acara Bamboo Festival 2019 di Desa Gintangan Kec. Blimbingsari bisa berjalan dengan baik dan sukses.

Kades Gintangan Rusdiana dan Kadispar MY Bramuda

Kades Rusdiana Sedikit menyampaikan kepada Dinas Pengairan terkait situasi dan kondisi sungai yang berada di Dusun Gumuk Agung yang sudah mengalami perubahan,

“Dapat kita lihat bersama – sama jika bapak – bapak terutama Dinas Pengairan, untuk kondisi wajah sungai di tikungan dusun Gumukagung yang dulunya kumuh penuh dengan sampah berserakan. Tetapi sekarang kita ciptakan suasana yang luar biasa indah nyaman dan mengasikkan disana. Karena Pada hamparan sunga besar maupun kecil sekarang kita gunakan sebagai tempat pelatihan – pelatihan. Saya ucapkan terima kasih kepada Dinas Pengairan atas kerjasamanya… Tepuk tangan buat Dinas Pengairan..” …terang Rusdiana.

Masih kata Rusdiana yang berharap dan memohon kepada Dinas Pengairan agar dapat kiranya untuk menormalisasi sungai Kober dusun Gumukagung. Karena di lokasi sungai menurut Rusdiana akan diciptakan Taman Agung Wilis dan destinasi Puter Kayun.

“Saya juga ingin dengan adanya Festival Bamboo di Desa Gintangan yang kaya potensi berdampak luar biasa. Baik bidang budaya dan UMKM yang ada di desa Gintangan. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan ekonomi warga masyarakat Gintangan”, lanjut Kades Rusdiana.

Kadispar Banyuwangi MY Bramuda

Selanjutnya, Kepala Dinas Pariwisata MY. Bramuda yang diutus untuk mewakili Bupati Banyuwangi, dalam sambutanya menyampaikan kata maaf karena Bupati tidak dapat hadir di acara Bamboo Festival 2019.

“Kita sudah tau bahwa Bamboo Festival desa Gintangan ini adalah anaknya Banyuwangi Etno Karnival. Saya tau persis bagaimana Desa Gintangan yang dulu dan sekarang. Kalau dulu Gintangan terkenal dengan Sangkal putung, kuliner Tempe, kerajinan bambu dan kesenianya yang sangat luar biasa. Dulu kerajinan dari Gintangan dikirim ke pulau Bali saja dan sedikit sekaliĀ  pengunjung dari luar yang datang ke Banyuwangi. Akan tetapi Gintangan sekarang sudah merupakan Desa strategis karena dekat dengan Bandara Blimbingsari, secara otomatis para pengunjung dari luar daerah atau manca negara akan bisa langsung menuju ke Gintangan untuk melihat dan membeli karya karya kerajinan bambu Desa Gintangan. Inilah wujud kebanggaan bagi kita semua.” paparnya.

Mengutip apa yang sering disampaikan Bupati Banyuwangi, oleh Bramuda kembali disampaikan kepada masyarakat Gintangan

“Bandara boleh dibangun, Hotel boleh berdiri dimana mana, tetapi budaya dan kesenian di Banyuwangi tidak boleh terhapuskan. Saya melihat selama dua tahun ini Festival Bamboo Gintangan mengalami kemajuan potensi yang sangat luar biasa sekali. Oleh karena itu Bupati dan tim sebagai bentuk penghargaan yang luar biasa, maka sepakat bahwa Gintangan Bamboo Festival dimasukkan kedalam salah satu agenda di 99 Ivent di tahun 2019 ini.” tegas Kadispar Banyuwangi.

Seusai berikan sambutan, Bramuda selaku Kadis Pariwasata secara langsung membuka Ivent Gintangan Bamboo Festival 2019 dengan bersama para pihak untuk menabuh alat musik kentongan, tanda pembuka (eta/rdy35).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed