oleh

Guru Honorer di SDK Kokang Keluhkan 2 Tahun Tidak Terima Gaji Dari Dana BOS

Flores Timur Beritaoposisi.co.id, _ Mengacu pada Permendikbud No.1 Tahun 2018 tentang petunjuk teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bahwa salah satu dari tujuan dana BOS dalam komponen pembiayaan adalah membiayai tenaga guru honorer. Selain itu dana BOS harus dikelola secara efisien, efektif, akuntabel dan transparan.

Keberadaan dana BOS bagi sekolah dan insan pendidik honorer tentunya sangat diharapkan. Namun sampai saat ini masih ada sekolah yang diduga pengelolaannya tidak sesuai dengan prosedur petunjuk teknis dari Kemendikbud.

Hal ini terjadi di SDK Kokang, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur yang saat ini menyisakan masalah terkait mandegnya pencairan dana BOS ini sehingga berakibat lambatnya pemberian gaji guru honorer di SDK Kokang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media Oposisi belum lama ini, pada Jumad 31 Mei 2019 di Ruangan Guru SDK Kokang, ada 5 orang guru honorer sejak bulan April 2017 hingga saat ini belum menerima gaji dari anggaran dana BOS. Masalah ini dikeluhkan oleh guru honorer karena mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Idelfonsa Lewar salah satu guru honorer sangat menyayangkan mandegnya pencairan dana BOS tersebut karena sudah dua tahun mereka belum mendapatkan gaji dari dana BOS.

“Setelah maret 2017 sampai sekarang, jadi sudah dua tahun kami belum terima gaji dari dana BOS entah macetnya di mana, kami tidak tau” terang Idelfonsa.

Idelfonsa juga menceritakan, terkadang para guru honor tersebut harus absen sekolah dan memilih alternatif mencari pekerjaan sampingan karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Selain itu RofinaTukan yang juga adalah guru honor di sekolah tersebut keluhkan hal yang sama. Ia menyebut mandegnya gaji honor disebabkan karena laporan penggunaan dana BOS belum sesuai prosedur juknis. Menurutnya beberapa waktu lalu kepala sekolah bersama bendahara sudah ke kantor dinas PPO namun ada beberapa persyaratan yang belum sesuai dengan prosedur juknis sehingga disuruh untuk melengkapi persyaratan tersebut.

Ketika ditanya tentang peran bendahara, para guru honor tersebut mengatakan, sepertinya pola pengelolaan dana BOS dilakukan secara tidak transparan. Menurut mereka semua pengelolaan dana BOS dilakukan dan dikendalikan langsung oleh kepala sekolah sendiri. Bendahara saat ini belum bisa ditemui media ini karena berhalangan.

Selanjutnya dijelaskan Rofina, penghasilan sebagai guru honor didapat dari dua post yaitu dari dana BOS dan dana Komite. Selama ini mereka hanya mendapatkan honor dari komite yang menurutnya di situasi ekonomi sekarang ini tentunya tidak mencukupi kebutuhan ekonomi.

Para guru honor ini berharap agar kondisi yang mereka alami ini segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Flores Timur.

Sementara itu, secara terpisah, kepala sekolah SDK Kokang, Bartolomeus Rema, ketika ditemui media ini, Sabtu 1Juni 2019 membenarkan akan mandegnya pencairan dana BOS tersebut.

“Kita sudah ke dinas, tapi ada beberapa persyaratan laporan yang belum lengkap. Dalam waktu dekat kami akan berupaya untuk melengkapinya”. terang Bartolomeus.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Flores Timur, Drs Bernadus Beda Keda, M.A.P belum dapat dikonfirmasi. (Atten)

 

 

#guru honorer tidak di gaji,

#bos flores timur,

#dikpora flores timur,

#Bernadus Beda Keda

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed