oleh

IGORA SD, SMP, Bantah Tudingan Panitia HUT RI Kecamatan Sempu

-Daerah-171 views

Banyuwangi Oposisi,

Sebagaiman diberitakan di media sebelumnya, bahwa Riyadi Purwanto Ketua Panitia Hari Ulang Tahun ( HUT ) RI Ke 73 bulan Agustus telah berlalu. Melaporkan oknum guru SMP Negeri 1 Sempu bernama Djoko Purnomo ke Bupati Banyuwangi.

Yang mana dalam pelaporannya Riyadi Purwanto yang akrab dengan nama panggilan ” Pete ” itu menuntut agar Djoko Purnomo dialih tugaskan ke Kecamatan lain. Dalam surat laporannya juga disebutkan alasan tuntutannya diduga Djoko Purnomo tidak mendukung kegiatan gerak jalan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI Ke 73.

Jumat 28/9/2018 Riyadi Purwanto alias Pete via WhatsApp nya sekira pukul : 21.55 Wib kirim video saat terjadi keributan di satu tempat. Dan kepada awak media Riyadi Purwanto alias Pete mengatakan, ” Alasan ini bos saya melaporkan guru SMPN 1 Sempu “.

Lantaran itu awak media konfirmasi lebih lanjut pada Riyadi alias Pete,  bagaimana andai laporannya tidak ditindak lanjuti sesuai harapan tuntutannya sebagaimama disebutkan dalam laporan tersebut. Dengan singkat dijawab, ” Kita akan surati lagi pak bos, ” singkatnya.

Berikut awak media minta kepada Riyadi Purwanto alias Pete untuk sekilas menceritakan kronologis kejadian. Menurutnya Ikatan Guru Olah Raga ( IGORA ) mintak anggaran.

” IGORA mintak anggaran juri kegiatan sebesar Rp. 1.500.000 per kegiatan gerak jalan dan menurut panitia dana itu terlalu besar bagi panitia. Dan lagi IGORA SMP tersebut minta dana olah raga sebesar Rp. 4.500.000 yang Kecamatan sendiri gak ada acara kegiatan olah raga siswa. Karena dana untuk olah raga memang gak ada. Jadi guru tersebut merasa usulnya gak direspon sama Panitia Kecamatan, sehingga oknum tersebut bikin ulah di acara kegiatan gerak jalan tingkat Kecamatan, ” ceritanya via WhatsAppnya.

Untuk perimbangan awak media konfirmasi kebenaran informasi kepada Djoko Purnomo yang disebut dalam pelaporan oleh Riyadi Purwanto alias ” Pete “. Djoko Purnomo guru SMPN 1 Sempu dalam konfirmasinya ketika ditemui di Sekolah, menepis apa yang disampaikan oleh Riyadi alias ” Pete ” adalah tidak benar.

Disampaikan oleh Djoko Purnomo kalau dirinya dituding tidak mendukung kegiatan gerak jalan itu tidak benar. Faktanya murid – murid SMPN 1 sebanyak 12 regu tetap mengikuti kegiatan, dan dikatakan bahwa IGORA minta dana Rp. 1.500.000 untuk juri per kegiatan itu juga tidak benar. Menurut Djoko yang benar dirinya waktu itu protes ke Panitia pada lomba gerak jalan tentang teknis dan fasilitas penilaian seperti Jam, blangko penilaian yang tidak disediakan oleh Panitia. Hal tersebut menurut Djoko agar dalam kegiatan lomba untuk menentukan juara benar – benar obyektif.

Tentang dana Rp. 1.500.000 dijelaskan oleh Djoko bahwa dana itu adalah pengajuan untuk kebutuhan oprasional kegiatan lomba Voly Bal dan Sepak Bola. Dan itu pun diajukan atas permintaan Panitia membuat proposal dan rincian anggarannya. Setelah diajukan Panitia mengatakan kalau dana yang diajukan terlalu besar dan tidak ada dananya.

” Apa salah saya protes menginginkan kegiatan bisa berjalan dengan baik, saya mengajukan anggaran juga atas permintaan Panitia. Dan wajar saya ajukan anggaran karena sekolah saya juga yang lain bayar iuran kepada Panitia Kecamatan kalau diakumulasi senilai kurang lebih enam juta rupiah, UPTD informasinya bayar iuran kurang lebih 9 juta rupiah. Maksud saya mengajukan diadakan kegiatan lomba Voly Bal dan Sepak Bola agar siswa yang punya bakat bisa tersalurkan dengan baik dan kepada mereka atas prestasinya diberi piagam. Karena piagam juga diperlukan oleh siswa untuk persyaratan melanjutkan pendidikannya di SMA/SMK, ” jelentrehnya Sabtu 29/9/2018.

Imbuh Djoko, ” Kalau masalah Riyadi alias ” Pete ” menuntut saya dialih tugaskan itu bukan kewenangan ” Pete ” tapi kewenangan atasan saya di Dinas, sementara saya tidak punya kesalahan pada Dinas maupun di Sekolah saya ini, justru saya membela kepentingan siswa dan sekolah saya dalam hal ini. Kalau memang Pete masih tidak terima dengan penjelasan saya ini maka saya juga tidak akan tinggal diam untuk ambil langkah hukum juga atas pemberitaan menyebut nama saya di media yang sepihak itu, ” imbuhnya.

Melengkapi informasi keterangan dari seorang guru bernama Alex mewakili IGORA SD di waktu dan tempat yang sama. Juga menepis dan menyayangkan apa yang disampaikan oleh Riyadi Purwanto alias ” Pete ” Panitia HUT RI Ke 73 Kecamatan Sempu. Diceritakan oleh Alex bahwa bermula dari ada kewenangan menangani kegiatan gerak jalan kepada IGORA  SD, SMP, SMA dari Camat. Maka IGORA membuat proposal pengajuan anggaran pada Panitia Kecamatan. Selama persiapan dilakukan oleh IGORA tidak ada konfirmasi dari Panitia apakah mandat Camat pada IGORA dilanjutkan atau digagalkan. Tahu – tahu pada hari H Panitia sabotase kegiatan yang sudah dimandatkan oleh Camat kepada IGORA. Sementara IGORA sudah mempersiapkan kegiatan sesuai dengan hasil Tehnical Meating sebelumnya. Panitia datang buat nomer peserta sendiri bahkan di Finish pun tidak ada Panitia yang menangani alias amburadol pelaksanaannya.

Terkait kebenaran adanya iuran awak media konfirmasi ulang kepada Riyadi Panitia HUT RI Kecamatan Sempu dan membenarkan adanya iuran tersebut.

” Memang benar dana itu untuk dana kegiatan gerak jalan dan karnaval. Dan dana tersebut masih kurang untuk kegiatan tersebut. Makanya Panitia keberatan dimintai dana olahraga, karena uang tersebut kalau boleh kita jabarkan. Untuk kegiatan gerak jalan seandainya kita ikut aturan IGORA SD minta 2 juta untuk gerak jalan tingkat SD, IGORA SMP mintak 1,5 juta. Biasanya gerak jalan tingkat umum permintaannya lebih dari kegiatan gerak jalan SD dan SMP. Dan lagi dana tersebut untuk kegiatan karnaval SD dan SMP serta umum. Di masing masing acara karnaval itu menghabiskan sekitar 1 juta rupiah, belum kita ngasih makan tim keamanan yang gak sedikit. Keamanan terdiri dari Linmas, Senkom, Rapi, Banser, Koramil, dan Kepolisian. Jadi sebenarnya dana itu sangat gak mencukupi untuk dua kegiatan gerak jalan dan karnaval. Belum lagi kita belikan piala untuk pemenang kejuaraan gerak jalan dan karnaval, ” klarifikasinya.

Pasalnya baik Djoko Purnomo maupun guru – guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Olah Raga ( IGORA ) SD, SMP Kecamatan Sempu. Tidak membenarkan tudingan Riyadi Purwanto seperti yang disampaikan lewat media dan pelaporannya. (rdy35/eta).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed