oleh

Inilah Kondisi Bagian Dalam Pasar Banyuanyar Pasca Revitalisasi, “Berjubel Kumuh”

Beritaoposisi.co.id Probolinggo, _ Pasca Revitalisasi kondisi pasar Banyuanyar kecamatan Banyuanyar kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur terkesan berjubel padat merapat terkesan kumuh, terpantau di lorong jalan yang seharusnya menjadi akses hulu lalang pengunjung pasar kini sudah terpasang atap yang di bawahnya berjejeran pedagang yang memasarkan dagangannya. (26/07/2019).

Informasi didapat, pemasangan atap dan plesteran/rabat adalah hasil gotong royong para pedagang yang menempati, melalui paguyuban pasar. Dengan cara, setiap pedagang yang akan menempati dikenakan Biaya Rp.1.34.1000/ 1,5 ×2 M yang dibayarkan pada ketua Paguyuban pasar sebut Azhari.

(ANS) Salah satu pedagang yang tidak mau disebut namanya mengatakan, ” saya untuk menempati tempat berjualan disini mas, bayar pada Pak Azhari Rp.1.34.1000 ukurannya kurang lebih 1,5×2 Meter”, terang salah satu pedagang.

Salah satu stand yang berjubel

Ungkapan senada juga dikatakan oleh (NR) namun pihaknya juga sangat menyayangkan karena ada salah satu tempat yang seharusnya tidak layak untuk ditempati oleh pedagang untuk berjualan karena lokasi tersebut seharusnya dijadikan jalan, namun ternyata jalanpun ditempati oleh pedagang, mungkin juga sudah diuangkan oleh Paguyuban pasar. (No.32, angka tertera di lantai)

ketua paguyuban pasar Azhari saat dihubungi via. Whatsapp (26/07) tidak menyangkal dengan adanya pembayaran tersebut.

” dana tersebut untuk biaya pembelian atap/kanopi dan biaya perbaikan plesteran, tanpa menjelaskan Rinciannya”

Pantauan awak media beritaoposisi.co.id 26/07 di lokasi terdapat ada sebanyak 39 nomor di dalam garis yang berbentuk persegi, dengan dua diantaranya masih belum ditempati oleh pedagang yakni nomor 38 dan Nomor 39. (WNT)

 

#pasar banyuanyar,

#revitalisasi pasar banyuanyar,

#pasar kumuh

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed