oleh

Inilah Pengakuan Jujur Pak “AMIR” Setiba Di Ketapang Banyuwangi

-Sosial-112 views

Banyuwangi Oposisi.co.id

Viral dibincangkan di media sosial tentang perjalanan Amirudin (Amir) yang merupakan Anak kedua dari pasutri Nurasiah dan Misran asal kelahiran Sumatera Utara. Seperti diketahui di medsos bahwa Amirudin/Pak Amir lakukan jalan kaki dari Sumatera utara menuju Banyuwangi selama 2 bulan lebih untuk memenuhi Nadhar nya jika sembuh dari sakit. Bahkan ingin menjumpai Orang tuanya (Ibu) yang berada di Banyuwangi, Minggu (28/01/29).

Namun sungguh mengejutkan para Nitizen dan Masyarakat luas kenapa..??.. setelah Amirudin sampai di Banyuwangi, mengaku dengan jujur kalau di Banyuwangi (Ketapang) tidak ada orang tuanya melainkan mau silaturrohim ke rumah temannya yang kebetulan satu pekerjaan di Sumatera sana .

Upaya pihak pemerintah desa ,Camat, Polsek setempat dan tim relawan dengan kedatangan Pak Amir ke Banyuwangi patut diapresiasi dalam membantu mencari alamat orang tua (Ibu) dari Pak Amir . Namun setelah dilakukan pencarian dan pengecekan ke Pihak Pihak terkait tidak ditemukan identitas orang tua Pak Amir , dengan kata lain bukan penduduk Banyuwangi .

Kades Selamet Kasiyono saat berikan penjelasan tentang hadirnya pak Amir

Dikutip dari video rekaman yang dikirim oleh Salah satu relawan (Sunoto) tentang apa yang disampaikan oleh Kepala Desa Ketapang. Dalam keteranganya Kades Ketapang “Selamat Kasiyono” di depan Forum dalam rangka Pemantapan penyambutan kedatangan Amirudin (pak Amir) ke Banyuwangi.

“Kita sengaja agendakan rapat pada malam minggu karena diperkirakan pak Amir sampai ke Banyuwangi antara Minggu sore atau Senin. Namun pada saat rapat berjalan tiba tiba pak Amir datang sungguhan dan bertemu dengan kami disini. Jadi selanjutnya kami dari pemerintah Desa mohon petunjuk lebih lanjut dan menyerahkan kepada bapak Camat dan polsek setempat. Kalau memang ada pelanggaran monggo akan tetapi kami pemerintah desa prinsipnya tidak ada tuntutan kepada yang mengawal apalagi kepada pak Amir. Karena tekat kita demi kebersamaan tim Relawan kabupaten Banyuwangi. “ jelas Kades Selamet.

Ditempat yang sama, dari Pengakuan Amirudin (Amir) di Pendopo Desa Ketapang dihadapan Forum dan relawan menyampaikan kata maaf yang sebesar besarnya kepada Relawan seluruh Indonesia.

“Saya mohon maaf yang sebesar besarnya kepada Relawan seluruh Indonesia karena sebenarnya saya menjalankan nadhar hanya untuk berjalan kaki selama 2 bulan lebih dari Sumatera Utara ke Banyuwangi ini saja. Dan sama sekali tidak ada yang saya tuju.”.. ucap Pak Amir.

Amirudin (Pak Amir) sampaikan kata maaf.

Diselat pertanyaan oleh awak media ,.. jika berkenan selama Pak Amir dalam perjalanan mendapatkan uang berapa…?

Uang yang terkumpul dari pemberian Masyarakat sekitar 25 juta.”.. jawab Pak Amir kepada Media dan relawan. 
“Untuk yang direkening jangan bohong ada berapa..? Tanya Kades Ketapang.
“Untuk yang direkening ada 49 juta”.. jujur Pak Amir jawab pertanyaan Kades.

Dilanjut kata Pak Amir.. .“Saya melakukan ini sebenarnya hanya tunaikan nadhar setelah sembuh dari sakit, sama sekali saya tidak msngharapkan seperti ini terjadi, dan Alhamdulillah ada Masyarakat bersimpati berikan rejeki kepada saya. Dan insyaallah saya pergunakan sepenuhnya untuk buka usaha” Jawab Amir.

Rasa penasaran awak media ajukan pertanyaan.. “kenapa dan apa alasan pak Amir menuju ke Banyuwangi,

“Awalnya ada rekan sekerja di ditempat kami orang Banyuwangi dan ga tau namanya tinggalnya dibelakang Masjid bilang sama saya.”.. jawab Amir kepada media.

Sunoto (kaos) Bersama Selamet Kasiyono (Kades Ketapang)

Diwaktu terpisah, kepada Sunoto relawan Banyuwangi dikonfirmasi Via WA menyampaikan,

“Ini pembelajaran bagi kita semua kepada khalayak Umum, netizen dan team relawan seluruh Indonesia. kalau kami ini perlu di ketahui adalah team relawan yang ditunjuk untuk mencari pakta apa yang dikatakan pak Amir mengenai rumah dan ibunya. Tapi ada hikmah dibalik ini semua, kita bisa kenal sama team relawan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dan perlu di apresiasi adalah ternyata masyarakat begitu rasa gotong royong dan kepedulaiannya yang luar biasa.”.. Jelas Sunoto Via Chat WA.

Lanjut kata Sunoto,.. “Relawan  Kami team relawan beda ama team relawan yang lain, tugas kami membantu mencarikan rumah dan ibu pak Amir disamping itu juga kordinasi mikanisme penyambutan dan pembentukan tugas di korlap masing masing wilayah mulai dari bajul mati sampai di ketapang.”.. imbuhnya.

“Ini suatu Pembelajaran segala sesuatu berita apapun agar khalayak untuk bijak dalam menyikapi hal yang belum pasti, Jadi kami disini adalah relawan yang tugasnya mencari pakta atau kepastian terlebih dulu. “.. pungkasnya.

Selanjutnya Amirudin (Amir) yang berniat pulang hari ini juga, maka oleh tim Relawan Banyuwangi diberangkatkan naik Bis sekitar pukul 3.00 sore tadi (Minggu) untuk kembali ke tanah kelahiranya yaitu Sumatera utara. (eta) 

20Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed