oleh

Inilah Penjelasan Terkait “GRAND ROYAL RESTO” Gambiran

-Ekonomi-170 views

Berita Oposisi.co.id.(Banyuwangi)

Puluhan Tokoh masyarakat Desa Gambiran Kec. Gambiran Kab. Banyuwangi, Selasa 17/09/2019 sekira pukul 18:30 Wib. Hadiri undangan pihak Managemen dalam rangka pembukaan / tasyakuran ” GRAND ROYAL RESTO “. Yang mana dalam acara tersebut pihak Managemen juga berikan santunan kepada beberapa anak Yatim lingkungan sekitarnya.

Usai acara pembukaan dan tasyakuran beberapa awak media temui seseorang yang diketahuinya sebagai General Manager ( GM ) ” Grand Royal Resto ” bernama Zaenal Muttaqin, SE. Konfirmasi media pada seputar konsep, perijinan, dan rumor layanan Karaoke. Menanggapi beberapa pertanyaan awak media, GM ” Grand Royal Resto ” Zaenal Muttaqin menjelaskan.

“Kita memang konsepnya dibikin semua lengkap yang namanya nanti adalah Grand Royal Hotel Bintang 4. Karena memang ketentuan Bupati kita bahwa hanya Hotel bintang 4 yang akan diberi ijin,” ungkapnya.

Ketika ditanya sehubungan ada rumor berkembang bahwa ijin pendirian bangunan diragukan kelengkapannya. Zaenal Muttaqin menepis kalau pendirian bangunan tidak ada ijinnya.

“Sekarang begini mas, kita ini warga negara yang taat pada aturan yang ada. Saya mewakili Haji Hairul selaku ownner kita di situ, setiap kegiatan kita mengenai pembangunan kalau tidak ada ijin yang resmi tidak akan berani kita lakukan mengenai pembangunan. Kita akan mengikuti prosedur dan tatanan yang ada di Banyuwangi,” tepisnya dengan tegas.

Mempertegas hal tersebut Zaenal Muttaqin mengatakan bahwa nanti bisa dilihat dari TDUP ( Tanda Daftar Usaha Pariwisata ). Yang mana menurut Zaenal dalam TDUP ada dan disebutkan fasilitas – fasilitas apa saja yang tersedia di Grand Royal Hotel.

Saat disinggung terkait layanan Karaoke, Zaenal Muttaqin memberikan klarifikasinya.

“Nah ini yang perlu saya klarifikasi, bahwa yang namanya Karaoke kita tidak puree layanan Karaoke. Makanya tadi saya sampaikan kepada media sebelumnya. Bahwa konsep kita lain dengan di Asika Pancoran, Asika di Gumuk Mas Jember, dan Asika Besuki. Karena apa…, kita di Banyuwangi ada dua usaha yaitu Asika Pancoran dan Grand Royal ini. Kalau kita pakai konsep yang sama maka dari segi bisnis kita bersaing dengan diri kita sendiri,” jelasnya.

Masalah penyediaan minuman disampaikan oleh Zaenal Muttaqin, bahwa di Grand Royal Resto menyediakan minuman jenis A. Lanjut awak media konfirmasi progres Grand Royal ke depan sehubungan dengan Pemerintah Daerah Banyuwangi yang giat – giatnya dalam bidang Pariwisata. Terkait hal ini Zaenal Muttaqin mengatakan bahwa dirinya selain menekuni bidang Managemen Bisnis juga selaku Ketua PHRI ( Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia ) cabang Banyuwangi.

“Tentu dalam hal ini sudah kita sampaikan berulang – ulang kepada Pemerintah Daerah. Bahwa ivent – ivent yang selama ini diselenggarakan supaya bisa juga ada multiplayer efeknya di wilayah selatan. Karena kita ketahui untuk sementara Hotel – Hotel banyak di wilayah utara. Inilah bahwa konsep kita dari Managemen PT. Srono Perkasa Sejahtera membuat konsep membangun Hotel bintang 4 di wilayah selatan. Harapan kami kaitannya dengan Pariwisata tadi, keberadaan Grand Royal Hotel bisa mendukung program Pemerintah Daerah dalam hal penyediaan fasilitas yang memadahi dan daya tarik wisatawan yang datang ke Banyuwangi terutama di tempat – tempat wisata wilayah selatan,”jelasnya.

Pungkas Zaenal, ” Di Grand Royal Resto bisa menikmati free cash room setelah memesan makanan (kuliner) pada standart harga tertentu. Artinya tidak bisa pengunjung secara khusus, hanya datang ke Grand Royal Resto untuk sekedar sewa Room saja”.. Jelasnya.(rdy35).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed