oleh

Inilah Tanggapan Aktivis Banyuwangi Terhadap Informasi KPK Periksa Kekayaan Pejabat

-Sosial-23 views

Berita Oposisi.co.id

Beredarnya informasi tentang KPK lakukan pemeriksaan pada kekayaan 30 Pejabat di Jawa Timur mungkin bak petir di siang bolong bagi para Pejabat yang tercatut nama – namanya. Namun bak suara seruling syahdu terdengar di telinga para pegiat anti korupsi, karena keinginan besarnya negara ini terbebas dari korupsi.

Dari jutaan pegiat anti korupsi di tanah air yaitu beberapa aktivis senior bumi Belambangan berfariatif menanggapi langkah KPK itu. Riski salah satunya yang juga selaku Ketua Lsm Belambangan Anti Korupsi ( BLAK ) mengungkapkan.

“Saya terus terang apresiasi mendengar informasi KPK audit kekayaan para Pejabat di Jawa Timur terutama kepada Pejabat Banyuwangi. Karena sebelumnya saya pesimis sekali beberapa kali mendengar orang KPK turun ke Banyuwangi tapi tidak berbuah apa – apa. Sehingga ada kesan Pejabat Bayuwangi kebal hukum. Saya minta kali ini KPK lebih serius audit kekayaan Pejabat itu, “ ucap Riski Kamis 11/07/219 saat ditemui media di salah satu tempat.

Ditambahkan oleh Riski bahwa sampai sekarang masih jadi pertanyaan teka – teki silang yang belum terjawab. Yaitu sehubungan beberapa kali Banyuwangi mendapatkan penetapan WTP, sementara tidak bisa dipungkiri dan sudah jadi rahasia umum kalau Banyuwangi beberapa kali mengalami Devisit.

Jadi hal menarik ketika Riski singgung dugaan adanya rekening seseorang Pejabat tertentu di Banyuwangi disebutnya sekedar jadi tempat “parkir” kekayaan oknum Pejabat. Dalam hal ini Riski mengaku tahu betul tapi sayangnya tidak mau sebut siapa oknum Pejabat tersebut.

Dikonfirmasi berbeda Ketua Aliansi Rakyat Banyuwangi ( ARB ) Eko Sukartono menanggapinya.

“Harapan saya selaku aktivis partai dan pegiat NGO…berharap semua berjalan dengan baik…tidak ada temuan – temuan yang justru membikin suasana di birokrasi ada ke gelisahan…semoga Banyuwangi tetap aman damai untuk Banyuwangi semakin bersinar…,” harap aktivis senior ini.

Hal yang beda tensinya menanggapi langkah KPK melakukan pemeriksaan terhadap kekayaan Pejabat. Yaitu Ketua Lsm Suara Bangsa Suyoto MS alias Mbah Yoto yang intinya acungkan jempol atas langkah KPK.

“Intinya sangat┬ásetuju pemeriksaan kekayaan para Bupati dan jajaranya, karena kusus di Banyuwangi ada tambang mas dan proyek – proyek Kontraktor harus setor, “ kata aktivis yang dikenal blak – blakan itu.

Sementara Yudit Prasetyo, SE Ketua Forum Masyarakat Peduli Transparansi ( Formasi ) lebih kepada mensupport kinerja KPK dan penyegaran dalam hal ini.

“Saya sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat mengapresiasi KPK mau menjalankan fungsi pencegahan. Karena dengan mengedapankan fungsi pencegahan, akan bisa memberantas koruptor dan calon koruptor serta menyelamatkan keuangan negara yang akan dikorupsi. Alhamdulillah KPK sudah mau menjalankan fungsi tersebut, yang selama ini terkesan hanya menjalankan fungsi penindakan saja namun tidak maksimal menyelamatkan keuangan negara, “ ungkapnya mendorong KPK lebih maskimal dalam hal menyelamatkan uang negara.

Achmad Faisol Ketua Umum Badan Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Republik Indonesia ( BP3RI ). Berpendapat bahwa langkah KPK itu hal yang biasa dan wajar.

“Itu hal yang biasa dan wajar, dan kami percaya pada KPK bahwa KPK adalah sebuah Komisi yang independen dan tidak bisa diintervensi oleh siapapun dan institusi manapun. Jadi harapan kami, KPK tetap profesional dan tetap mengedepankan obyektivitas dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Kami atas nama lembaga BP3RI “Apresiatif ” terhadap KPK dan selamat menjalankan tugas negara, “ tutur Ketum BP3RI apresiasi dan support KPK. (Rdy35).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed