oleh

Inilah Wajah Desa Yang Punya Historis Masa Penjajahan Belanda Di HUT RI Ke -74

Berita Oposisi.co.id

Pada perayaan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, hampir di tiap pelosok di Banyuwangi. Merias lingkungannya dengan umbul – umbul dan yan lainnya yang semuanya dominan warna merah dan putih merepresentasikan bendera negara.

Hal tersebut dilakukan demi memeriahkan dan mengenang jasa Pahlawan bangsa yang telah gugur demi kemerdekaan bangsa yang sekarang dinikmati bersama hasilnya. Mungkin hal itu pula yang memotivasi warga Desa Parangharjo Kecamatan Songgon Banyuwangi. Sehingga merias wajah desanya boleh dibilang luar biasa lain dari yang lainnya.

Menurut sejarah Desa Parangharjo dahulu pernah tertoreh jadi satu wilayah patilasan atau tempat yang pernah dijadikan tempat berkumpulnya para pejuang Blambangan yang dipimpin oleh Mas Rempeg atau Pangeran Jaga Pati yang dikenal dengan sebutan perang Puputan Bayu di masa penjajahan Belanda ( VOC ). Sehingga menjadi pantas bila warga Parangharjo yang lebih dikenal dengan sebutan Perangan itu merias desanya sedemikian rupa.

Kanan kiri jalan dusun umbul – umbul dan bendera merah putih tertancap di sepanjang jalan. Menjadi lebih meriah lampu hias dipasang setengah lingkaran di atas jalan dusun. Tentu untuk hal tersebut cukup lumayan dana yang dibutuhkan.

Kepala Desa Parangharjo Panji Widodo saat dokonfirmasi menuturkan. Bahwa setiap pada peringatan HUT Kemerdekaan RI warganya kompak merias dan memeriahkannya. Mereka secara swadaya seakan tanpa beban demi memeriahkan perayaan hari Kemerdekaan yang jatuh pada bulan Agustus itu. Kades Panji sangat apresiasi atas antusias warganya dan berterima kasih karena warga mendukung suksesnya kegiatan – kegiatan Agystusan di desanya. (rdy35).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed