oleh

Kades Malang : ” Warung Remang Remang Pernah Disegel”

Magetan beritaoposisi.co.id.  – Penyegelan cafe selungguh Kamis (21/3) di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, akhirnya ditutup dan disegel Satpol PP dan Damkar Kab. Magetan. Namun banyak pekerjaan Satpol PP selaku Penegak Perda, terkait maraknya warung kopi yang beralih fungsi menjadi tempat karaoke dadakan dan warung remang-remang (Warem) yang tersebar di Kabupaten Magetan.

Seperti Warem dan karaoke yang berada di Desa Malang, Kecamatan Maospati, Magetan. Walaupun warem tersebut sudah pernah disegel, bahkan pernah di demo oleh warga, tapi warem plus karaoke yang diduga menjual minuman keras dan menjajakan PSK tersebut, masih terus beroperasi tiap malamnya.

Saat dikonfirmasi kepada Sukardi Kepala Desa Malang menuturkan, pihaknya sangat sejutu apabila Pemkab melakukan penutupan terhadap warem yang berada di pinggir jalan raya Magetan – Solo tersebut, bahkan Pemdes siap membantu dalam prosesi penutupan agar segera dilakukan penutupan.

“Kalo Pemkab ingin menutup Warem tersebut, saya sangat setuju sekali. Bahkan masyarakat Desa Malang juga menyetujuinya, terbukti dari tanda tangan agar segera dilakukan penutupan. Saya heran, padahal sudah pernah disegel, tapi kok dibuka lagi,” kata Sukardi, (23/3).

Warem Di Desa Malang Yang Pernah Ditutup Sementara Oleh Satpol PP Kab. Magetan.

Kades menambahkan, terkait ijin dari warem yang telah meresahkan warga tersebut, Sukardi menegaskan kalau tempat hiburan malam itu tidak memiliki ijin dari Pemdes Malang. Pihaknya sudah melaporkan ke Satpol PP waktu itu, tapi sepertinya malah terkesan dibiarkan. “Kalau ijin jelas tidak ada, bahkan semakin lama semakin banyak orang luar Magetan yang datang dan menempati tempat tersebut”, terangnya.

Sementara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kb. Magetan, Chanif Tri Wahyudi, masih ancang-ancang untuk melakukan tindakan penutupan setelah mendapat persetujuan dari Bupati Magetan. “Kami akan libatkan Dinas PUPR Propinsi, karena warem tersebut berada di pinggir jalan raya Maospati-Solo. Secepatnya akan kita bongkar, tinggal menunggu rekomendasi dari Pak Bupati,” jelasnya.

Disisi lain, Bupati Magetan Suprawoto atau akrab dipanggil Kang Woto mengatakan, mengenai hal itu, kalau sudah pernah dilakukan penyegelan dan warem karaoke tersebut masih tetap dibuka, sudah seharusnya dilakukan tindakan tegas.

“Apabila ada penyalahgunan, apalagi pernah disegel dan diperingatkan sudah ketiga kalinya, kalau tidak dihiraukan, maka ya harus ditutup,” tegas Bupati, usai acara di Pendopo Surya Graha. (ren/pra)

 

#warem

#warung remang remang

#warung di segel

#satpol pp magetan

6Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed