oleh

Kades Rusdiana : ” Kerajinan Jadi Sumber Pangan Tetap Masyarakat Gintangan “

Banyuwangi Oposisi.co.id

Siapa yang tidak tahu tentang kegiatan Kerajinan Anyaman Bambu di Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi. Kegiatan Anyaman yang sebelumnya hanya untuk memenuhi kebutuhan peralatan pribadi. Kini di Desa Gintangan sudah menjadi kegiatan Produksi layani permintaan pasar industri.

Kepala Desa Gintangan Rusdiana yang lebih akrab dengan nama panggilan Mbok Rus itu, saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan.

” Kerajinan yang ada di Desa Gintangan sudah dianggap sebagai sumber penghasilan yang tetap. Sehingga masyrakat Gintangan tidak pernah berhenti berproduksi dan menciptakan inofasi -inofasi terbaru dengan haarapan supaya konsumen tidak pernah bosan untuk membeli produk kerajinan. Terutama kerajinan yang dibuat dari bahan tradisional dan alamai yaitu sebatang pohon bambu, “ jelasnya Jumat 0103/2019.

Lebih lanjut Kades (Mbok Rus) menyebutkan beberapa jenis motiv Anyaman yang diproduksi oleh masyarakatnya. Produk kerajinan yang terbuat dari bahan bambu yang merupakan warisan leluhur (nenek moyang) antara lain berupa : 1. Welasah 2. Tenong 3. Ereg 4. Kukusan. Yang mana masing – masing produk menurut Mbok Rus berbeda – beda fungsinya. Salah satunya dicontohkan seperti jenis barang yang disebut Kukusan yaitu sebuah alat dapur yang dibuat dari anyaman bambu oleh masyarakat digunakan sebagai  pelengkap penanak nasi.

Sekilas diterangkan juga oleh Kades Rusdiana tentang keistimewaan atau manfaat alat dapur yang namanya Kukusan itu.

“Jika menanak nasi pakai kukusan itu rasa nasinya tidak sama, aromanya pun beda, dampak pada kesehatan juga tidak terlalu membahayakan. Dan yang satu lagi Kukusan tidak mahal terjangkau oleh masyarakat. Ya maaf ini jika dibandingkan dengan memakai alat yang modern seperti magicom, ya selain kalangan terterntu yang bisa menggunakan karena harga belinya, butuh aliran listrik dan bisa jadi ada batas waktu kelayakan masa pakai karena bahan yang berbau elektronik dan kimia digunakan juga pasti akan mengalami perubahan kualitas. Kalau Kukusan kan terbuat dari bahan alami, jadi kemungkinannya kecil sekali dampak negatifnya pada kesehatan menurut saya, “ papar Mbok Rus Kades Gintangan yang tak kenal lelah itu.

Kades Rusdiana sekilas paparkan profile ekonomi Desanya.

“Gintangan merupakan Deesa yang kaya dibidang Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM ). Terutama dibidang kerajinan diantaranya selain kerajinan bambu, juga tidak kalah pentingnya seperti Desa – Desa yang lain, Desa gintangan juga mempunyai usaha kerajinan ukiran kayu, alat – alat rumah tangga dari bahan Alumunium, Usaha produksi Gula Merah, Tempe Bungkus Daun. Memang mayoritas penduduknya adalah sebagai petani sehingga sumber perekonomian warga juga ditopang dari hasil pertanian. Kalau kita prosentasikan ada sekitar kurang lebihnya 35% penduduk Gintangan mata pecahariannya adalah sebagai pengrajin, “ paparnya.

Berikut Kades Rusdianah berharap kegiatan Kerajinan warganya benar – benar bias membantu pendapatan keluarga menuju pada kesejahteraan. Tentu kata Kades yang kalau diibaratkan Srikandi dalam pewayangan itu, campur tangan Pemerintah baik Daerah dan Pusat sangat diperlukan. Yang jadi alasannya menurut Kades Kerajinan di Desa Gintangan jangan sampai mandek dari generasi ke generasi berikutnya. (rdy35/eta).

17Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed