oleh

Kades Sempol “NG” Maospati Magetan Resmi Berseragam Oranye

Magetan Oposisi, – Penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Kab magetan atas dugaan korupsi Dana Desa dan APBDes desa sempol tahun anggaran 2015, 2016, dan 2017.

Seperti kita ketahui bersama tindak korupsi adalah musuh besar bagi bangsa Indonesia.

Karena yang dirugikan oleh tindakan korupsi itu adalah seluruh elemen bangsa ini. Disinilah peran penegak hukum agar secara tegas memberantas tindak pidana korupsi ini dengan lebih aktif lagi.

Melalui proses penyidikan dan penyelidikan yang cemat dan teliti akhirnya sampailah pada tahap penahanan tersangka NG Berdasarkan keterangan.

Atang Pujianto Kejari Magetan dugaan korupsi yg dilakukan oleh Kades Sempol ini adalah anggaran desa Sempol kec Maospati tahun 2015, 2016, dan 2017.

Penyelewengan dana desa dan APBDes oleh kepala desa Sempol yang berinisial NG seorang kepala Desa Sempol, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ditahan kejaksaan Negeri Magetan.

NG sebagai tersangka diduga korupsi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa ( APBdes) tahun 2015, 2016 dan 2017.

Penahanan NG karena ada beberapa kegiatan yang tidak sesuai yang dilakukan dengan RAB (Rencana anggaran Belanja) yang ada. Kegiatan tersebut diantaranya TPA, Taman Pos Yandu, Pekerjaan Paving jalan Punden, Kegiatan PKK dan pendapatan lain seperti penjualan Pohon Jati aset desa sempol,” ujar Kepala Kejaksan Negeri Magetan Atang Pujiyanto kepada wartawan di kantornya, Senin (10/9/2018).

Menurut Kepala kejaksaan Negeri Kab Magetan, Atang Pujiyanto, hal ini dibuktikan setelah diadakan pemeriksaan kunjungan langsung ke lapangan bersama Dinas pekerja Umum Magetan, ternyata hasilnya ada beberapa proyek yang tidak dilaksanakan.

“Dari hasil pemeriksaan bahwa NG terbukti merugikan keuangan desa Sempol lebih dari Rp 300 juta,” katanya.

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan sementara diduga kuat adanya Tipikor sebagimana diatur dalam pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dugaan penyelewengan anggaran dan pelaksaana APBdes dan pendapatan lain-lain di desa Sempol Kecamatan Maospati tahun 2015, 2016, dan 2017 telah ditemukan adanya tindak pidana dan indikasi kerugian keuangan daerah kurang lebih Rp 214.437,250 pelaksanaan pembangunan, Rp 52.250.000 pendapatan lain-lain atas penjualan aset desa seperti pohon jati dan Rp 77.625.000 anggaran pemberdayaan masyarakat tahun 2016.

Dalam hal ini Pelaksana Harian Kepala Seksi Kejaksaan Negeri Kab Magetan Mohamat Safir mengatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU Pemerantasan Tindak Pidana Korupsi.” Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara , hari ini setelah dilakukan pemeriksaan dan semua berkas lengkap kami tahan sore ini juga(10/9/2018),” pungkasnya.

Semoga ini adalah untuk yang terakhir kalinya Kades diseret kemeja hijau karena kasus korupsi agar semua saling mengingatkan kalau korupsi itu musuh kita bersama, efek yang ditimbulkan oleh Tipikor sangatlah merusak janganlah menjadi pengkianat bagi bangsamu sendiri. (Ben/pri)

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed