oleh

Kadisperindag : Sosialisasi Pasar Lenteng Hanya Cukup Dari Mulut ke Mulut Tidak Sama Dengan Dikota

Sumenep Oposisi – Kepala dinas perindustrian dan perdagangan (kadisperindag) kabupaten sumenep, Drs. Syaiful bahri M.si mulai menanggapi persoalan renovasi pasar lenteng yang di nilai meresahkan dan merugikan sejumlah pedagang di pasar tersebut, karena minimnya sosialisasi dari pihak UPT dan pengelola pasar kepada sejumlah pedagang sebelum pembongkaran kios dilakukan, serta tidak di sediakannya tempat penampungan sementara yang layak bagi para pedagang untuk berjualan sampai renovasi pasar selesai.

Menurut (Syaiful), hal tersebut tidak ada masalah, sebelum dimulainya pembongkaran sudah jauh hari menginformasikan kepada para pedagang pasar untuk mengosongkan tempat itu, kemarin ada laporan dari UPT pelaksanaan pembersihan sudah dilakukan bahkan kepala pasar rasit, juga ikut berjaga sampai malam temani pedagang saat pembersihan,

Bahkan Syaiful juga mengaku sudah pernah turun kelapangan dan sempat menemui pengelola pasar Lenteng yang lama sekaligus salah satu tokoh masyarakat di desa lenteng.

“Pak h.Taufan itu salut dengan kita, beliau bilang ( baru sekarang ada kegiatan di pasar lenteng itu tidak ada apa-apa, biasanya setiap ada kegiatan di pasar lenteng itu bergejolak terus,
berarti pendekatannya kepada para pedagang itu bagus). ” ungkapnya, sambil menirukan kata-kata h. Taufan, saat di konfirmasi oleh tim awak media  yang tergabung dalam aliansi jurnalis madura (AJM) di ruang kerjanya, selasa 02-10-2018

Dikatakan saiful, Selain itu pihaknya juga mengatakan bahwa, setiap disperindag itu ada kegiatan misalnya seperti renovasi pasar, sosialisasinya kepada para pedagang itu tidak harus di lakukan seperti  “dikota” dengan cara mengadakan rapat lalu pihak pengelola pasar mengumumkan kepada semua para pedagang kalau pasar akan di renovasi.

” jadi sosialisasi itu bermacam-macam, bisa melalui media atau memasang banner, pemberitahuan kepada perorangan itu juga merupakan suatu bentuk sosialisasi, jangan kemudian kita beranggapan sosialisasi itu harus mengadakan rapat, tidak harus begitu. “Ucapnya menambahkan,

Terkait masalah tempat penampungan sementara (TPS) bagi para pedagang, pihaknya mengaku memang tidak menyediakan dana untuk membangun sebuah tempat sementara bagi para pedagang. Karena memang tidak ada DPAK, Kita tidak menyediakan tempat penampungan sementara bagi para pedagang, kita hanya menyediakan lahan saja, karena mereka (pedagang) nantinya akan menempati kios yang baru, mereka bisa melakukan pembuatan sendiri, kecuali bencana, misalnya kebakaran baru kita menyediakan tempat penampungan sementara bagi pedagang. “Tutupnya

Disisi lain, kepala UPT pasar  ngaku dapat perintah dari kontraktor pelaksana untuk melakukan pengosongan kepada sejumlah pedagang sebelum dimulainya  pembongkaran bangunan oleh kontraktor pelaksana, jadi memang benar saya umumkan sabtu sampai hari senin sudah harus kosong tapi sebelumnya Sudah saya informasikan kalau pasar akan direnovasi,  Saya dan pengelola pasar mengumumkan kepada pedagang pasar untuk mengosongkan kios kios paling lambat hari senin karena bangunan akan digusur oleh kontraktor pelaksana proyek,

Di beritakan sebelumnya,
Proyek renovasi pasar lenteng di kecamatan Lenteng kabupaten sumenep melalui dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) mulai dikeluhkan padagang setempat, Pihak pengelola pasar memberi tahu sehari setelah dilakukan pembongkaran oleh pihak pelaksana proyek, Akibatnya sejumlah pedagang dibuat kelimpungan serta kebingungan untuk memindahkan barang dagangannya, Karena minimnya sosialisasi. ( Mrw/har )

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed