oleh

Kanit Reskrim Polsek Genteng, Luruskan Kabar Yang Katanya Usir Advokat

-Hukrim-32 views

BANYUWANGI Oposisi.co.id

Ramai di berita media sebelumnya Kanit Reskrim Polsek Genteng Banyuwangi dikabarkan mengusir salah seorang Advokat dari ruang penyidikan Mapolsek Genteng. Yang selanjutnya tidak lama muncul pemberitaan bahwa sudah terjadi islah antara keduanya di Propam Polres Banyuwangi.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang informasi telah terjadi pengusiran oleh Kanit Reskrim Polsek Genteng terhadap seorang Advokat. Awak media konfirmasi Kanit Reskrim Polsek Genteng IPTU Pudji Wahyono di ruang kerjanya. Yang mana kepada awak media Kanit IPTU Pudji Wahyono memberikan keterangan yang sifatnya meluruskan informasi yang beredar.

” Wah..kalau dibilang mengusir sepertinya kurang pas mas, semua sudah ada norma – normanya.., Begini.., sebetulnya teman – teman Pers sudah banyak yang tahu ya, bagaimana saya dalam melaksanakan tugas. Dan selama ini kita selalu berkolaborasi atau kerjasama dalam melaksanakan tugas. Namun demikian, kemarin ketika ada proses pemeriksaan pada salah satu kasus penipuan yang mana terperiksa didampingi oleh salah satu Advokat yang lagi magang. Semula kita gak masalah ketika masih sebatas norma – norma yang ditentukan. Setelah berjalan penyidikan sperempat penyidikan, Advokat yang magang ini protes yang katanya menurut dia pemeriksaannya tidak sesuai dengan etika atau bagaimana. Padahal itu merupakan trik – trik penyidikan kita, ” jelasnya Jumat 9/11/2018.

Lanjut keterangan Kanit IPTU Pudji karena saat itu ramai, maka dirinya mendatangi dan menanyakan kenapa sampai terjadi seperti itu. Karena ada bentuk protes berlebihan maka kata Kanit, yang tadinya ada semacam toleransi kepada Advokat Magang tersebut melakukan pendampingan kliennya. Maka petugas jalankan prosedur dan pertanyakan apa – apa yang seharus ditanyakan.

” Saya akhirnya jalankan prosedur, saya tanyakan surat perintah tugasnya seperti yang sudah biasanya saya lakukan. Ternyata tidak bisa menunjukkan katanya secara lisan saja. Mana ada seorang pengacara penunjukan melakukan pendampingan secara lisan saja, ” lanjutnya.

Tapi menurutnya sudahlah tidak apa – apa dan dimakluminya kejadian tersebut. Kanit IPTU Pudji Wahyono juga mengakui bahwa selama ini hubungan dengan para Advokat senior – senior nyaman – nyaman saja kerjasama dalam menangani masalah. Bahkam dengan rekan – rekan pers juga lembaga, Polsek Genteng berkolaborasi saling mengisi. Diujung penyampaiannya, dikatakan bahwa semua ini ada  hikmahnya dan bersyukur permasalahan sudah selesai.

Sementara pada pemberitaan salah satu media
Ketua Peradi Banyuwangi Misnadi, SH.,M.Hum menanggapi persoalan tersebut menyampaikan. Bahwa dari kejadian tersebut semua pihak bisa mengambil hikmahnya. Dan dijelaskan pula siapa yang berhak dan berwenang dalam beracara mendampingi klien.

“Begini, kita pada pokok masalahnya dulu, menurut aturan dan UU Advokat siapa yang berhak dan mempunyai kewenangan mendampingi klien dalam kaitan hukum, itu saja dulu, tentu saja mereka yang sudah punya ijin legalitas pengacara, pengacara yang sudah ijin dari organisasi dan sudah disumpah oleh lembaga pengadilan, ” jelasnya.

Namun walau demikian Advokat senior Misnadi berharap kalau ada permasalahan yang serupa hendaknya dikoordinasikan dengan baik.

“ Saya kira kalaupun alasan prosedur tidak membolehkan mendampingi juga diberitahukan saja dengan baik, dengan begitu semuanya bisa saling menerima dan mengerti, ” katanya.

Misnadi, SH.,M.Hum Advokat senior sekaligus Ketua Peradi Banyuwangi apresiasi dan mengucapkan terima kasih. Karena permasalahan antara penyidik dengan Advokat magang tersebut selesai dengan damai tidak berkepanjangan.

“Syukurlah kalau sudah dilakukan penyelesain dengan damai, ” ungkapnya. (rdy35).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed