oleh

KASUS GURU MI LEMPAR SISWA BERAKHIR DAMAI

Banyuwangi Oposisi.co.id

Dua pekan lalu, oknum guru MI swasta di Kec. Sempu, bernisial AL, dilaporkan orang tua ke Polsek Sempu, karena di duga telah melakukan tindakan di luar kewajaran terhadap anaknya, DF (10 tahun). Akibatnya pada bagian wajahnya terluka (berdarah) karena lemparan penghapus dari bahan kayu, oleh oknum guru AL.

Pengakuan guru AL dari data yang dihimpun Pengurus Cabang PGRI Sempu, Siswanto, M.Pd., tidak bermaksud dengan sengaja melempar barang itu ke wajah DF.  Guru AL melempar penghapus ke arah meja bermaksud agar DF dan kawannya berhenti bermain dan fokus ke pelajaran. Tetapi yang terjadi di luar dugaan mengarah ke wajah DF. Sekali pun tidak parah tapi bagian atas mata DF sedikit terluka  dan berdarah.

Mengetahui kabar ada oknum guru MI dilaporkan ke Polsek, Pengurus PGRI segera bersikap dan berupaya untuk mendamaikan. Bersyukur, Ibu korban Sulityowati, 28, bersedia mencabut perkaranya dan menerima ajakan damai.

Divisi Advokasi Profesi Pendidik PK PGRI mendatangi MI Salafiyah, Sempu untuk memberikan pembinaan terhadap beberapa guru. Dijelaskan oleh Mochammad Rifai yang juga Kasek SMA Negeri Darussholah itu,

” Bahwa PGRI adalah organisasi guru termasuk guru di bawah Kemenag, negeri maupun swasta. UU Pendidik dan Dosen nomor 14 tahun 2005 itu melindungi  semua guru, yang bekerja di lembaga pendidikan formal, “ jelasnya.

Selanjutnya Rifai meminta kepada para pendidikan untuk dapat menjalankan tugas profesi sebagai pendidik penuh kasih sayang dan sabar. Di samping UU Pendidik dan Dosen, UU Sistem Pendidikan, yang perlu dibaca dan dipahami oleh para praktisi pendidikan  adalah UU Perlindungan Anak.

Diakui oleh Rifai, masih ada beberapa guru yang masih menggunakan cara-cara kuno dalam menciptakan suasana tertib dan disiplin dalam proses pembelajaran. Kekerasan baik fisik maupun verbal masih sering dipandang efektif dalam proses pendidikan.

” Itu sebabnya PGRI di bawah Divisi Advokasi Profesi Pendidik terus berupaya untuk memberikan pencerahan kepada anggotanya agar terhindar dari perbuatan melawan hukum, “ urai Rifai kepada wartawan. (rdy35).

15Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed