oleh

Kejari Didesak Ungkap Dugaan Penyimpangan Dana Publikasi Media di KPUD.

Rote Ndao Oposisi, – Lembaga Nasional Corruption Watch (NCW) mendesak pihak Kejaksaan Negeri untuk melakukan penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran publikasi di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Rote Ndao.

Pasalnya, dalam penggunaan anggaran untuk sosialisasi dan publikasi, pihak KPU diduga “kong-kalingkong” dengan menunjuk media tertentu.

Bagaimana tidak, pihak KPU mendapatkan sejumlah alokasi anggaran dari pemerintah untuk sosialisasi di seluruh media massa, baik itu media cetak, media eletronik dan media online.

“Namun, sayangnya dari pihak KPU Rote Ndao tidak pernah melakukan hal itu. Bahkan, untuk gelar jumpa pers saja tidak pernah di lakukan,” ujar Ketua Umum NCW Syaiful Nazar kepada beritaoposisi.co.id Rabu, (30/5).

NCW menduga, pihak KPU Rote Ndao dengan diam-diam hanya satu media tertentu yang dipakai untuk kerjasama publikasikan kegiatan KPU.

Hal tersebut terungkap, setelah mendapat dana Hibah dari Pemda setempat semua kegiatan hanya media tertentu yang mendapat alokasi anggaran publikasi yang dibayar setiap kali liputan.

Sementara itu, sekertaris KPU Ramli Bajideh, saat dikonfirmasi oleh media ini via WatsApp namun sayang tidak pernah merespon pertanyaan media.

Atas dugaan tersebut, NCW meminta Kejari Rote segera melakukan penyelidikan atas dugaan penyimpangan anggaran dana publikasi yang dilakukan oleh KPU.

“Karena dalam peraturan KPU sendiri tidak ada pasal yang mengatur bahwa KPU hanya menunjuk salah satu media. Meski demikian itu pun harus dilakukan dengan tender. Kalau komisioner KPU hanya merekomendasi salah satu media maka patut diduga ada permainan fee dalam penunjukan media tersebut,” pungkasnya. (Dance)

4Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed