oleh

Ketua Askab : ” Saya Berharap Kepala Desa Tidak Terseret Pada Politik Praktis “

BANYUWANGI Oposisi.co.id

Suhu politik Pemilihan Legeslatif ( Pileg ) dan Pemilihan Presiden ( Pilpres ) semakin menghangat. Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi ( Askab ) Mura’i Ahmad, SE rupa – rupanya sangat perhatian. Kepada para Kepala Desa yang tergabung dalam asosiasinya.

Saat ditemui media di salah satu tempat di Banyuwangi Kamis 15/11/2018, Ketua Askab yang juga Kades Gumirih Kecamatan Singojuruh itu. Sempat menyampaikan kekhawatirannya ketika dikonfirmasi soal merespon situasi perhelatan politik. Mura’i Ahmad, SE berharap rekan – rekannya tidak terpengaruh dan terlibat dalam kegiatan politik praktis.

” Saya berharap dan menghimbau kepada rekan – rekan Kepala Desa se Banyuwangi tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis dengan cara apapun. Mensukseskan pelaksanaan Pemilu wajib hukumnya, namun cawe – cawe terlalu jauh apalagi ikut – ikutan mengarahkan warganya untuk mendukung kontestan tertentu tolong dihindari. Kepala Desa harus proaktif memberikan pendidikan politik bagaimana caranya walau banyak perbedaan namun situasi kondisi tetap kondusif. Satu contoh Kepala Desa memberikan arahan kepada warga agar menggunakan hak pilihnya dengan baik, hati – hati dalam memilih, pilihlah calon yang baik asal tidak menyebutkan nama Caleg atau nama Partai tidak masalah. Tapi kalau diam – diam bisik – bisik kepada warga itu baik ini tidak, pilih itu yang ini jangan, itu namanya mempengaruhi dan tidak menghormati hak warga negara namanya. Ketika ketahuan oleh pihak yang kontra bisa jadi masalah jangan bawa – bawa Askab karena sudah diingatkan, ” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Ketua Askab Mura’i Ahmad, Kepala Desa harus tetap fokus pada tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat. Kepala Desa sudah punya panduan yang baku bagaimana menjalankan tugas dan kewenangannya. Regulasinya juga sudah jelas Kepala Desa dilarang terlibat politik praktis.

” Saya kira rekan – rekan Kepala Desa sudah tahu kalau ada regulasi yang mengatur tentang tugas dan kewenangan Kepala Desa. Juga sudah tahu mana yang dilarang oleh undang – undang. Kalau sudah tahu masih saja dilanggar resiko ya biar ditanggung sendiri. Askab pun dengan tegas menyampaikan bahwa Kepala Desa harus betul – betul jadi milik masyarakat. Jangan karena alasan pribadi seorang Kepala Desa mau diinterfensi oknum – oknun tertentu yang kemudian membuat resah masyarakatnya karena tidak sejalan, ” imbuhnya.

Akhiri penyampaiannya Mura’i Ahmad menyampaikan harapannya. Semoga Pileg dan Pilpres 17 April 2019 mendatang sukses, lancar, dan aman. Dan semoga siapapun yang terpilih nanti benar – benar amanah dan mau memperjuangkan nasib masyarakat tidak hanya bangga dengan jabatan dan kekuasaan. (rdy35).

16Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed